Launching Aplikasi Go Export Buktikan Sumsel Provinsi Penghasil Komoditas Ekspor Strategis
GO EXPORT. Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru SH MM melakukan pelepasan eskpor komoditi unggulan yakni Minya Kelapa ke Malaysia di Pelabuhan Boom Baru sekaligus melaunching aplikasi Go-Export di Pelabuhan Boom Baru, kemarin (15/12).- Foto : ibnu holdun/sumeks-
Tingkat Nasional dan Internasional
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel meluncurkan aplikasi Go-Export sekaligus melakukan pelepasan ekspor komoditas unggulan di Pelabuhan Boombaru Palembang, kemarin (15/12).
Ini merupakan tonggak penting dalam upaya memperkuat posisi Sumsel sebagai salah satu provinsi penghasil komoditas ekspor strategis di tingkat nasional maupun internasional.
Gubernur Sumsel, Dr H Herman Deru SH MM saat me-launching aplikasi Go-Export sekeligus melepas ekspor komoditi unggulan Sumsel ini menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni peluncuran aplikasi baru.
Deru menyebut Go-Export membawa spirit besar untuk meningkatkan gengsi dan daya saing Sumsel di panggung internasional.
“Bukan hanya untuk launching aplikasi, tetapi kita ingin menunjukkan bahwa Sumatera Selatan adalah provinsi penghasil berbagai komoditas unggulan dengan volume besar,” Sebut Deru.
BACA JUGA:Suzuki Fronx dan Satria Ekspor ke ASEAN, Buatan Indonesia
Di kesempatan itu, Deru menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak terkait eksportir ini. Gubernur, juga menyampaikan jika Sumsel memiliki kekayaan komoditas yang lengkap, tidak hanya minyak, gas, dan batubara, tetapi juga sektor perkebunan dan pertanian.
Luasan perkebunan karet yang hampir mencapai satu koma empat juta hektare, kopi dengan ratusan ribu hektare yang terkenal dengan varietas robusta dan arabika, serta komoditas unggulan lainnya menjadi modal besar untuk ekspor.
Meski begitu dia menekankan bahwa keunggulan kuantitas saja tidak cukup. Diperlukan integrasi dan kerja sama yang solid antara pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, serta seluruh pemangku kepentingan.
Ia juga menyinggung tantangan infrastruktur pelabuhan yang dihadapi oleh Sumsel seiring dengan pemekaran wilayah di masa lalu, Sumsel kini hanya memiliki Pelabuhan Boombaru sebagai pelabuhan utama dengan keterbatasan draft.
Kondisi ini mendorong Pemprov Sumsel untuk terus mengupayakan pembangunan pelabuhan samudra baru guna mendukung kelancaran arus ekspor dan impor.
BACA JUGA:Ekspor Sumsel Diproyeksi Naik, Kopi Masih Jadi Primadona
BACA JUGA:Ekspor Sumsel Diprediksi Naik Jelang Nataru, Kopi Tetap Jadi Andalan
