Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Alumni Bisa Jadi Agen Perubahan, Lantik 961 Wisuda Baru

WISUDA: UIN Raden Fatah Palembang, mewisuda 961 mahasiswanya, Sabtu (13/12). -Foto : Ist-

PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menggelar Wisuda ke-95 di Gedung Academic Center (AC) UIN Raden Fatah Palembang, Sabtu, 13 Desember 2025, diikuti 961 peserta yang terdiri dari 907 orang strata satu (S1), 48 orang strata dua (S2), dan 6 orang strata tiga (S3).

Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof Dr Muhammad Adil, MA mengatakan, wisuda bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan awal dari pengabdian alumni di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan ini, dirinya menekankan para alumni agar bisa menjadi agen perubahan dan penjaga peradaban dengan membawa nilai-nilai keilmuan, moralitas, dan keislaman yang moderat.

“Tema wisuda kali ini mewujudkan Alumni UIN Raden Fatah Palembang sebagai Agen Kampus Berdampak,” ujarnya di sela kegiatan wisuda.

Lanjut Adil, tema yang diangkat mencerminkan harapan agar alumni tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta solusi yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

BACA JUGA:Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Wisuda Lansia Hingga Suapi Balita MBG

BACA JUGA:Lebih 60 Persen Alumni Unsri Terserap Dunia Kerja, Kurang dari 6 bulan Setelah Wisuda

Lebih jauh dijelaskan, bahwa alumni UIN Raden Fatah harus memegang empat pilar utama dalam menjalani peran sosialnya. Pilar pertama adalah pelestarian nilai dan budaya, yakni menjaga tradisi keilmuan Islam, budaya pesantren, serta kearifan lokal Palembang yang menjunjung kejujuran, sopan santun, gotong royong, dan religiusitas.

“Alumni dituntut menjadi teladan yang menjadikan integritas dan etika sebagai fondasi utama dalam kehidupan profesional dan sosial,” jelasnya.

Pilar kedua adalah adaptasi nilai dan budaya. Di tengah perubahan zaman yang serba cepat, alumni dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika sosial tanpa kehilangan jati diri sebagai muslim yang berakhlak.

“Nilai keislaman harus diwujudkan dalam etika digital, kolaborasi teknologi, serta inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” jelasnya lagi.

Pilar ketiga adalah pengembangan nilai dan budaya. Alumni diharapkan tidak hanya menjaga nilai-nilai luhur, tetapi juga mengembangkannya melalui riset, karya tulis, inovasi digital, dan berbagai kreativitas yang mampu menanamkan nilai Islam moderat serta kearifan lokal kepada generasi muda.

BACA JUGA:Stiper Sriwigama Wisuda 68 Sarjana Baru, Rekor Lulusan dan Komitmen Perkuat Pertanian Sumsel

BACA JUGA:Wisuda Ke-14 STIPER Sriwigama Palembang Catatkan Rekor Jumlah Wisudawan, Ini Harapan Ketuanya

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan