Forwida Sumsel Prihatin Jumlah Perajin Suvenir Tradisional kian Tergerus, Ini Upaya yang Dilakukan
LOKAKARYA: Para peserta lokakarya bagi para perajin, pelaku UMKM suvenir dan aksesori pengantin se-Sumsel yang diselenggarakan oleh Forum Pariwisata dan Budaya (Forwida) Sumsel di Auditorium Pemprov Sumsel, kemarin (26/11). -FOTO : ARDILA/SUMEKS-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Forum Pariwisata dan Budaya (Forwida) Sumsel menyelenggarakan Lokakarya bagi Perajin/UMKM Suvenir dan Aksesori Perlengkapan Pengantin se-Sumsel di Auditorium Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, kemarin (26/11).
Ini merupakan salah satu langkah strategis Forwida dalam upaya mendorong pelestarian budaya melalui sektor ekonomi kreatif.
BACA JUGA:Dorong Industri Kreatif Menuju Pasar Global
Menurut Ketua Umum (Ketum) Forwida Sumsel, Dian Kusuma Pratiwi, ide awal kegiatan ini muncul dari keprihatinan atas semakin berkurangnya pelaku industri kerajinan tradisional seperti pembuatan suvenir khas Palembang, aksesori pengantin, hingga pandai besi.
"Sebagian besar industri kerajinan ini makin berkurang. Penyebab utamanya adalah generasi muda yang tidak tertarik melanjutkan keahlian orang tua dan lebih memilih profesi modern seperti dokter atau insinyur," ungkap Dian, kemarin (26/11).
Permasalahan tersebut lantaran pengelolaan usaha yang masih bersifat konvensional dan tradisional, membuatnya kurang menarik dari sisi bisnis dan permodalan.
“Kerajinan seperti gelang dan gending dari logam, serta perlengkapan pengantin adat Palembang, meskipun bernilai seni tinggi, sering kesulitan bersaing di pasar modern,” ungkapnya.
Melalui lokakarya ini, kata dia, pihaknya bertekad menjadikan kerajinan tradisional menarik minat generasi muda dan berdaya saing secara bisnis.
“Tujuannya adalah mendorong generasi muda untuk mengembangkan usaha kerajinan ini dengan sentuhan modern,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pada lokakarya yang melibatkan puluhan perajin ini berfokus pada pembekalan bagi generasi muda mengenai inovasi produk, digital marketing, dan strategi bisnis.
"Hari ini, kami melakukan pembekalan kepada generasi muda tentang inovasi, digital marketing, dan bagaimana UMKM berhasil bertahan serta tumbuh.
Kami belajar dari kisah sukses seperti Sherina Seasison yang berhasil bertahan dan tumbuh," jelasnya.
Kegiatan ini juga turut mengandeng akademisi dari Universitas Sriwijaya (Unsri) yang berbagi ilmu ekonomi investasi dan pengelolaan industry selain itu ada pula perwakilan dari Kementerian Hukum dan HAM untuk membantu dalam hal branding dan legalitas produk.
