Waspadai Dengkuran Keras, Tidur Nyenyak yang Menyimpan Risiko Stroke
"Jangan sepelekan dengkuran keras! Di balik suara ngorok saat tidur bisa tersembunyi risiko serius seperti stroke, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tak terkendali. Waspadai tanda-tandanya sebelum terlambat." Foto:Net--
SUMATERAEKSPRES.ID – Dengkuran keras saat tidur kerap dianggap hal lumrah dan hanya sebatas gangguan kecil bagi pasangan tidur.
Namun, di balik suara ngorok yang sering diremehkan itu, ternyata tersimpan potensi bahaya besar bagi kesehatan, bahkan bisa menjadi sinyal awal risiko stroke.
Neurolog dari Siloam Hospital, Dr. dr. Pricilla Yani Gunawan, SpN, Subsp ENK(K), mengingatkan bahwa mendengkur tidak sekadar persoalan kualitas tidur.
Dalam banyak kasus, kebiasaan ini berkaitan erat dengan gangguan metabolik dan kardiovaskular seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi.
“Terkait dengan gula darah yang cenderung naik, tekanan darah juga naik, kolesterol tetap tinggi meski sudah rutin minum obat.
BACA JUGA:Sudah “Aktif” di Palembang Koperasi Merah Putih Konsen Jalankan Tujuh Sektor Usaha, Ini Diantaranya
Nah, ini salah satu tanda yang perlu diwaspadai,” ujar dr. Pricilla kepada wartawan di Kabupaten Tangerang, Rabu (29/10/2025).
Menurutnya, mendengkur dapat menyebabkan gangguan aliran oksigen ke otak karena kualitas tidur yang buruk. Kondisi inilah yang memicu peningkatan risiko stroke.
“Bahaya mendengkur itu juga dikaitkan dengan kejadian stroke,” tambahnya.
Meski begitu, dr. Pricilla menegaskan bahwa tidak semua orang yang mendengkur otomatis berisiko stroke. Namun, dengkuran yang keras, berlangsung lama, dan mengganggu tidur pasangan patut diwaspadai.
“Biasanya yang berbahaya itu dengkuran yang sangat keras—sampai bisa membangunkan pasangan tidur, atau bahkan terdengar sampai luar kamar,” jelasnya.
BACA JUGA:Wagub Sumsel Pesankan Masjid Jadi Pusat Pembinaan bagi Umat Selain Tempat Ibadah
BACA JUGA:Polda Sumsel Tegaskan Tak Beri Ruang Bagi Pelaku Pungli dan Premanisme
