Pentingnya 4 Dukungan Keluarga Untuk Penderita Kanker
dr Diyaz Syauki SpKJ-foto: ist-
dr Diyaz: Kanker Jenis Apa pun Merupakan Cobaan Berat
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Beratnya penyakit kanker termasuk dalam setiap proses pengobatan atau terapinya membuat pasien butuh dukungan tidak hanya obat-obatan. Tapi juga aspek lainnya. Seperti support emosional hingga spiritual.
Hal itu disampaikan Spesialis Kesehatan Jiwa, dr Diyaz Syauki SpKJ. Menurutnya, keluarga harus hadir dalam memberikan pendampingan/dukungan kepada pasien yang menderita penyakit kanker.
"Pasien kanker jenis apa pun merupakan cobaan berat, apalagi masa penyakit/pengobatannya panjang. Kadang sudah sembuh pun bisa kembali. Masa terapi/pengobatan yang juga menyakitkan. Mental pasien kanker kadang capek duluan, maka butuh dukungan," imbuhnya.
Menurutnya, sebagai orang yang bukan pasien, tentu tidak tahu apa yang dirasakan pasien. Melalui sakitnya kemoterapi, sakit dari penyakit itu sendiri, dan lainnya.

--
“Mental itu unik. Kadang ketika pasien diberikan nasihat tidak bisa serta merta menerimanya. Karena itu, kita harus memahami pasien, baik dari rasa sakitnya, rasa capek, sedih, kesal, dan lainnya. Jangan sampai ia jatuh pada perasaannya, meratapi penyakit itu,” beber dr Diyaz.
BACA JUGA:Deteksi Dini Kanker Payudara, Ini Waktu Tepat Lakukan SADARI
BACA JUGA:Cegah Kanker Payudara Sejak Dini: Sadari Lebih Penting daripada Takut Nyeri
Perasaan itu kadang bisa menjadi obat, jika diberikan dukungan. Supaya pasien jangan sampai terlalu jauh perasaannya, maka keluarga lah yang paling paham untuk memberikan dukungan dan menyalurkan perasaan positif.
“Sebab, kalau ditahan perasaan itu, maka capek. Ketika ada kelurga yang mengizinkan pasien bercerita, maka ada perasaan lega dan ini sangat membantu,” ungkap dia.
Ditambahkan dr Diyaz, setidaknya ada 4 dukungan yang dapat dilakukan keluarga terhadap pasien kanker. Pertama, dukungan emosional dalam membantu pasien untuk menyalurkan perasaannya. "Ini paling dasar dalam mental sehingga pasien merasa dicintai dan dipahami," katanya.
Kedua, dukungan sosial. Keluarga harus mendampingi pasien dalam memenuhi kebutuhan sosialnya. Dukungan ini dibutuhkan pasien karena jadwalnya padat dalam proses pengobatan, maka sosialnya terganggu. Karena itu, harus dipenuhi dari keluarga sebagai lingkungan sosial utama dan dekat.
"Kebutuhan sosial ini seperti bercerita hal-hal di luar dari penyakitnya, diajak aktivitas yang menyenangkan ke tempat yang disukai, dan sebagainya," tutur dia.
BACA JUGA:Waspadai Kanker Payudara, Perlu Skrining, RSUD Siti Fatimah Berikan Layanan Skrining Gratis
