Jangan Anggap Remeh Gigi Sensitif
PERIKSA GIGI : Dokter gigi melakukan pemeriksaan gigi pasien di Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Provinsi Sumsel. Kondisi gigi yang sensitif bisa memicu kesehatan fisik dan psikologi.-foto: evan/sumeks-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Masalah gigi sensitif tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya gigi sensitif bisa memicu kesehatan fisik dan psikologis. Studi terbaru pada awal tahun 2024 menunjukkan 9 dari 10 penderita gigi sensitif mengalami penurunan kualitas hidup yang signifikan.
Pakar dan akademisi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI), Dr drg Fatimah Maria Tadjoedin Sp Perio(K) menjelaskan studi terbaru dari Haleon, FKG UI, dan IQVIA mengungkapkan bagaimana gigi sensitif bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Data tersebut didukung temuan bahwa 9 dari 10 penderita gigi sensitif mengalami penurunan kualitas hidup yang signifikan. “Studi ini menunjukkan bahwa gigi sensitif bukanlah hanya ketidaknyamanan sesaat," kata Fatimah. Lebih dari itu, juga menjadi kondisi yang memiliki pengaruh besar terhadap kualitas hidup.
Dia mengatakan banyak penderita yang tanpa sadar memilih menghindari makanan tertentu. Sehingga mengubah kebiasaan makan, atau bahkan menarik diri dari kegiatan sosial, daripada menangani akar masalahnya.
Fatimah menambahkan, penting bagi setiap orang untuk menyadari bahwa gigi sensitif dapat dikelola dengan penanganan yang tepat. Seperti menggunakan pasta gigi khusus, menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik, serta berkonsultasi dengan dokter gigi. "Upaya seperti itu bisa membawa perubahan besar bagi kesehatan gigi di jangka panjang dan kesehatan kita secara keseluruhan," ujarnya.
BACA JUGA:Anak Anda Rewel Akibat Tumbuh Gigi. Ini Cara Mengatasinya
BACA JUGA:Lady Dragster Palembang Unjuk Gigi di Ramadhan Night Race 2025, Ara Podium 3 Bracket 10,5 Detik
Selain dampak fisik, studi tiga lembaga itu juga menemukan bahwa gigi sensitif memiliki pengaruh psikologis yang mendalam. Termasuk pada kesehatan emosional dan kepercayaan diri dalam bersosialisasi.
Sebanyak 92 persen responden menggambarkan sensitivitas gigi sebagai hal yang mengganggu atau menyebalkan. Sementara 86 persen merasa cemas akan rasa sakit saat makan. Sehingga membuat mereka menghindari acara sosial dan hidup dalam ketidaknyamanan.
