Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Iklan Google/Link Sponsor

Seputar Penyakit Parkinson, Hingga Pengobatan Sesuai Stadium

SERANG SISTEM SARAF: Penyakit parkinson merupakan penyakit pada sistem saraf yang mengganggu kemampuan tubuh dalam mengontrol gerakan dan keseimbangan. (net)--

PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Setiap tanggal 11 April diperingati sebagai Hari Peringatan Parkinson Sedunia. Penyakit parkinson merupakan penyakit pada sistem saraf yang mengganggu kemampuan tubuh dalam mengontrol gerakan dan keseimbangan.

Kondisi ini berkembang secara bertahap dan dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti tremor, otot kaku, hingga gangguan koordinasi.


Iklan Google/Link Sponsor

Dokter spesialis saraf konsultan Movement Disorder RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, dr Selly Marisdina, Sp.S(K) MARS mengatakan, penyakit parkinson termasuk gangguan degeneratif pada otak, terutama terjadi akibat penurunan fungsi sel saraf tertentu.

"Kondisi ini paling sering dialami oleh orang berusia di atas 50 tahun dan lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita.

BACA JUGA:Parkinson Terbanyak setelah Alzheimer, Serang Usia 50 Tahun ke Atas, Didominasi Laki-Laki

BACA JUGA:Raja Thailand Diduga Terjangkit HIV, Pewaris Tahta Autis dan Parkinson

Meski belum dapat disembuhkan, penanganan yang tepat dapat mengendalikan gejala penyakit parkinson sehingga penderitanya tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri," terangnya.

Lanjutnya, penyakit parkinson terjadi ketika sel-sel saraf di bagian otak yang disebut substantia nigra mengalami kerusakan atau kematian.

"Padahal, sel saraf ini berperan penting dalam memproduksi dopamin, yaitu zat kimia otak yang mengatur gerakan, keseimbangan, serta koordinasi tubuh," ucapnya.

Lanjutnya, ketika kadar dopamin menurun secara signifikan, kemampuan tubuh untuk mengontrol gerakan pun terganggu. Penyebab pasti kerusakan sel saraf tersebut belum diketahui.

BACA JUGA:Sintesis L-Dopa dari Mucuna pruriens: Inovasi Terbaru dalam Terapi Parkinson

BACA JUGA: Capaian Program GENTING Masih Rendah, Target 2.932 Penerima Manfaat Keluarga Berisiko Stunting

Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit parkinson, yaitu riwayat keluarga dengan penyakit parkinson, cedera kepala berulang, paparan bahan kimia dalam jangka panjang seperti pestisida atau herbisida, paparan polusi udara dalam waktu lama, serta usia lanjut.

"Faktor-faktor tersebut tidak selalu menyebabkan penyakit parkinson, tetapi dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalaminya," ucapnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan