Yuk Utamakan Pencegahan 3 M, Fogging Hanya Bunuh Nyamuk Dewasa
FOGGING: Petugas Dinkes OI melakukan pengasapan (fogging) di wilayah terjangkit DBD. (ist)--
Meskipun langkah ini hanya bersifat sementara dan harus tetap diimbangi dengan menjaga kebersihan lingkungan," ungkapnya.
Pencegahan DBD juga dapat dilakukan dengan menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai atau lavender di sekitar rumah.
Menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan sehat, olahraga teratur, dan istirahat cukup juga penting agar tubuh lebih kuat melawan infeksi bila terpapar.
BACA JUGA:DBD Bisa Picu Hipoksia hingga Kematian, Dokter RSMH Palembang Ingatkan Bahayanya
BACA JUGA:Cegah DBD, Puskesmas Fogging Sejumlah Desa Rawan
Kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan bersama-sama akan sangat membantu menekan angka penyebaran penyakit ini.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut secara konsisten, risiko terkena demam berdarah dapat diminimalkan.
Pencegahan jauh lebih efektif dan murah dibandingkan pengobatan, sehingga menjaga kebersihan lingkungan dan melindungi diri dari gigitan nyamuk harus menjadi kebiasaan sehari-hari.
"Kami tetap turun ke lapangan, melakukan fogging fokus di wilayah kerja Puskesmas Indralaya.
Ini bukan sekadar pekerjaan, ini adalah bentuk kepedulian. Agar tidak ada lagi warga yang harus terbaring karena DBD," jelasnya.
BACA JUGA:DBD Masih Mengintai OKI, 3 Pasien Dirawat
BACA JUGA:5.000 Vaksin DBD Gratis untuk Pelajar SD Palembang
Namun perlu dipahami bersama, fogging bukan solusi utama. Karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik masih bisa berkembang.
Artinya, perang melawan DBD tidak cukup hanya dari petugas, tapi harus dimulai dari rumah kita sendiri.
