Balita 2 Tahun di OI Meninggal Dunia akibat DBD
DBD : Petugas dari kelurahan, Dinkes dan puskesmas mengecek kondisi di sekitar rumah warga yang terjangkit DBD. Ini sebagai tindak lanjut DBD yang sudah merenggut nyawa korban.-FOTO: IST-
OGAN ILIR, SUMATERAEKSPRES.ID - Seorang balita berusia 2 tahun di Kabupaten Ogan Ilir meninggal dunia usai terjangkit demam berdarah (DBD).
Korban bernama Ahmad Hijazi (2), warga Jalan Belanti Gang Suhur, LK IV RT 08, Kelurahan Tanjung Raja Barat, Kecamatan Tanjung Raja, Ogan Ilir.
BACA JUGA:Gencar Berantas DBD dan Malaria, Warga Merapi Timur Ramai-ramai Buru Jentik
BACA JUGA:Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim Imbau Warga Waspada DBD dan ISPA Saat Musim Hujan
Orang tua korban, Firmansyah menjelaskan bahwa semula anaknya mengalami demam tinggi pada Rabu (18/2) lalu.
"Saat itu demamnya sempat turun setelah diberi obat. Namun, kembali demam tinggi lagi pada Sabtu (21/2)," jelas Firmansyah.
Kemudian, keluarga membawa Ahmad Hijazi ke Puskesmas Tanjung Raja untuk mendapatkan perawatan. Selanjutnya sempat dirujuk ke RSUD Ogan Ilir dan dinyatakan terkena DBD. Setelah itu, direkomendasikan untuk berobat ke RSUD Palembang Bari.
Lanjut Firmansyah, meski sudah mendapatkan perawatan selama 5 hari, namun nyawa anaknya tidak dapat tertolong. Hingga dinyatakan meninggal sekitar pukul 13.30 WIB, Rabu (25/2) lalu.
Harapannya, pemerintah dan instansi terkait dapat segera mengambil langkah serius dalam mencegah penyebaran DBD di wilayah mereka.
Lurah Tanjung Raja Barat, Sasa Sumarti mengatakan pihaknya bersama dinas terkait langsung melakukan kegiatan pembersihan sarang nyamuk di sekitar lokasi.
Bersama pihak puskesmas dan bidan desa dengan menebar serbuk insektisida serta melakukan fogging untuk mengendalikan larva nyamuk.
“Kami atas nama Pemerintahan Tanjung Raja Barat turut berduka cita atas meninggalnya Ahmad Hijazi bin Firmansyah yang berduka kehilangan putranya.
Semoga tidak terulang lagi. Harapannya, ke depan warga dapat bersama menjaga kebersihan rumah bebas dari sarang nyamuk DBD," ujar Lurah.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Tanjung Raja, Herlina Susmeiyanti, membenarkan bahwa korban sempat mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan tersebut.
