Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Perut Terus Membuncit Bisa Jadi Tanda Kanker Ovarium, Sering Terdeteksi Stadium Lanjut

Dr dr Patiyus Agustiansyah SpOG, subsp Onk, v MARS-FOTO: NENI/SUMEKS-

PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Kanker ovarium (tumor ganas) yang tumbuh di indung telur. "Tumor ini sering dijuluki the silent killer, karena gejalanya samar pada stadium awal dan umumnya terdeteksi saat sudah lanjut," ungkap Ka Div Onkologi Ginekologi Departemen Onkologi RS dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang Dr dr Patiyus Agustiansyah SpOG, subsp Onk, v MARS, Kamis (5/2).

Katanya, pengobatan utama melibatkan operasi, kemoterapi, dan pemeriksaan rutin. Namun dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengenali tubuh sendiri, peluang kesembuhan dapat meningkat secara signifikan.

BACA JUGA:Perempuan Wajib Tahu, Strategi Deteksi Dini Kanker Payudara Menurut Dokter

BACA JUGA:Kenali Limfoma, Kanker Getah Bening yang Perlu Diwaspadai

Lebih jauh, Dr dr Patiyus Agustiansyah menjelaskan, mengenai kewaspadaan terhadap kanker ovarium seperti mengenali gejala yang samar. Banyak wanita mengabaikan gejala awal karena mirip dengan gangguan pencernaan atau gangguan menstruasi biasa.

"Waspadalah jika seorang wanita mengalami gejala berikut secara persisten (lebih dari 12 kali dalam sebulan). Perut kembung, merasa begah atau ukuran perut membuncit secara terus-menerus," jelasnya.

Seorang wanita kesulitan makan atau merasa kenyang meskipun baru makan sedikit. Kemudian merasa nyeri panggul. "Rasa sakit di area perut bawah atau panggul yang tidak kunjung hilang. Sering buang air kecil atau merasa sangat mendesak (urgensi). Perubahan pola BAB, misalnya konstipasi yang tidak biasa," urainya.

Ia menegaskan, kanker ini menempati urutan ketiga sebagai jenis kanker terbanyak menyerang wanita di Indonesia.

Kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium awal lebih mudah untuk diatasi daripada kanker ovarium yang baru terdeteksi pada stadium lanjut. "Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan berkala ke dokter kandungan setelah memasuki masa menopause," ucapnya.

Lanjutnya, kanker ovarium yang cepat dideteksi dan ditangani dapat meningkatkan peluang penderita untuk bertahan hidup.

"Hampir separuh penderita kanker ini bertahan hidup setidaknya lima tahun setelah terdiagnosis. Sedangkan sepertiga penderita memiliki harapan hidup setidaknya selama 10 tahun," terangnya lagi.

Kanker ovarium terjadi ketika DNA di sel-sel ovarium mengalami perubahan atau mutasi. Mutasi tersebut menyebabkan sel ovarium tumbuh tidak normal dan tidak terkendali.

BACA JUGA:RS Erba Palembang Gelar Pemeriksaan HPV-DNA & Pap Smear Gratis untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

BACA JUGA:Pemeriksaan Kanker Serviks Gratis di RS Ernaldi Bahar 27 November

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan