Waspada Virus Nipah, Dokter Ingatkan Risiko Radang Otak hingga Kematian
Dr dr Harun Hudari, SpPD KPTI FINASIM-FOTO: IST-
Kemudian, saat infeksi berlanjut, akan muncul gejala berat akibat peradangan dan pembengkakan otak (ensefalitis) hingga kematian.
“Setelah masa inkubasi selesai, akan muncul gejala awal yang bisa berlangsung selama 3–14 hari pertama.
Gejala-gejala yang bisa muncul, demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sulit bernapas, diare, dan muntah,” terangnya.
Ia mengatakan, jika infeksi berlanjut, akan muncul gejala yang berat dan parah akibat ensefalitis.
Beberapa gejala yang terjadi di fase radang otak, kantuk berat, perasaan kebingungan dengan tempat dan waktu (disorientasi), sulit fokus dan konsentrasi, kejang, dan koma.
“Gejala radang otak ini bisa dengan cepat memburuk, biasanya dalam 24–48 jam. Pada sekitar 40–75 persen kasus infeksi virus Nipah yang berat, kematian bisa terjadi setelah gejala radang otak muncul,” papar dr Harun.
Ia pun menegaskan, sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan infeksi virus Nipah, begitu pula vaksin untuk mencegah penyakit ini.
“Penanganan yang ada difokuskan untuk mengobati gejala, mencegah kekurangan cairan, dan membiarkan penderita untuk beristirahat.
Namun, ada beberapa obat yang dinilai berpotensi untuk digunakan dalam penanganan virus Nipah, yaitu imunoterapi dengan antibodi monoklonal, remdesivir, dan ribavirin,” jelasnya lagi.
Kata dr Harun, meski belum ada laporan kasus infeksi virus Nipah di Indonesia, masyarakat tetap perlu waspada karena virus tergolong mudah menular dari hewan atau orang yang terinfeksi sehingga dianggap berpotensi menjadi pandemi.
BACA JUGA:Virus Lama, Tak Usah Khawatir, HMPV Sudah Ada Sejak 2001
BACA JUGA:Menkes, Budi Gunadi Sadikin Tegaskan HMPV Bukan Virus Baru, Jangan Panik
“Sebisa mungkin, hindari kontak dengan hewan atau orang yang sakit, terutama di daerah tempat terjadinya wabah.
Apabila dirasa pernah kontak dengan hewan atau orang yang diduga terinfeksi virus Nipah dan mengalami gejala demam, batuk, nyeri otot, sakit kepala, serta lemas, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat,” pungkasnya. (nni/lia/)

--
