Analisis Harga Minyak Dunia 2025, Dampaknya terhadap Ekonomi Indonesia
Fluktuasi harga minyak dunia pada 2025 menjadi tantangan besar bagi perekonomian Indonesia. Pemerintah dituntut sigap menyeimbangkan kebijakan subsidi, menjaga stabilitas fiskal, mempercepat transisi menuju energi terbarukan. Foto:Net--
SUMATERAEKSPRES.ID – Harga minyak dunia terus menjadi indikator utama yang menentukan arah ekonomi global, termasuk Indonesia.
Memasuki tahun 2025, dinamika pasar energi global diprediksi akan semakin kompleks, dipicu oleh kelebihan pasokan, perlambatan ekonomi dunia, serta ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan.
Fluktuasi harga minyak ini bukan hanya berdampak pada neraca perdagangan dan inflasi nasional, tetapi juga berimplikasi langsung terhadap kebijakan fiskal dan beban subsidi energi pemerintah.
Prediksi dan Faktor yang Mempengaruhi Harga Minyak Dunia 2025
1. Tren Umum
Lembaga internasional seperti International Energy Agency (IEA), OPEC, dan World Bank memperkirakan harga minyak mentah dunia pada 2025 akan berada di kisaran USD 70–85 per barel.
Namun, volatilitas pasar masih tinggi karena adanya ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan serta risiko geopolitik yang sulit ditebak.
BACA JUGA:Sopir Pasir Disiram Air Keras di Palembang, Diduga Bermotif Asmara
BACA JUGA:Kecelakaan Maut di Jalinsum Muratara, Ali Tewas Tertabrak Innova
2. Faktor Penekan Harga
Beberapa faktor yang berpotensi menekan harga minyak dunia antara lain:
- Surplus pasokan global: Produksi minyak dari Amerika Serikat, Brasil, dan Guyana meningkat signifikan, sementara OPEC+ belum mencapai kesepakatan final terkait pemangkasan produksi.
- Permintaan global melambat: Pemulihan ekonomi pascapandemi masih belum merata, terutama di Tiongkok dan kawasan Eropa.
- Transisi energi global: Banyak negara mempercepat penggunaan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
BACA JUGA:Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini, TK Pusri Gelar Kunjungan Edukasi ke Bank Mandiri
BACA JUGA:Prabowo Targetkan Pembangunan Jalur Kereta Lintas Pulau
3. Faktor Pemicu Kenaikan Harga
Sebaliknya, sejumlah faktor juga bisa memicu lonjakan harga minyak dunia, seperti:
Ketegangan geopolitik: Konflik di Timur Tengah, sanksi terhadap Rusia dan Iran, serta gangguan rantai pasok bisa mendorong harga naik secara mendadak.
Kebijakan OPEC+: Keputusan aliansi produsen minyak untuk memangkas produksi dapat mengerek harga minyak dunia.
