Transaksi QRIS Belum Bisa Offline, Begini Penjelasan Lengkapnya
Transaksi QRIS wajib online karena proses verifikasi saldo dan pembayaran memerlukan koneksi internet untuk keamanan dan kecepatan transaksi.-Foto: Google-
SUMATERAEKSPRES.ID-Meski tampak praktis, transaksi menggunakan QRIS tetap membutuhkan koneksi internet aktif.
Kode QR memang bisa dibuat tanpa jaringan, namun proses pembayaran tidak bisa dilakukan secara offline.
QRIS merupakan sistem pembayaran digital yang bekerja secara real-time antara pembeli, penyedia dompet digital, dan penjual.
Saat pengguna memindai kode QR, aplikasi akan mengirimkan data ke server untuk memverifikasi saldo dan mengonfirmasi transaksi.
BACA JUGA:Belanja di Luar Negeri Kini Lebih Mudah, Gunakan QRIS Cross-Border Tanpa Tukar Uang Tunai
BACA JUGA:QRIS 2025: Dompet Digital Jadi Pilihan Utama Transaksi Masyarakat Indonesia
Tanpa koneksi internet, proses tersebut tidak dapat berlangsung.
Menurut penjelasan teknis, kode QR hanya menyimpan informasi identitas pedagang dan nominal transaksi.
Namun, pemindahan dana antarakun tetap memerlukan komunikasi online melalui server bank atau penyedia e-wallet.
Beberapa alternatif pembayaran non-tunai yang bisa dilakukan tanpa internet antara lain menggunakan kartu NFC (nirsentuh) atau fitur saldo cadangan sementara yang akan tersinkronisasi kembali saat online.
BACA JUGA:QRIS BRI Hadir di Kantin Pemkot Prabumulih, Pegawai Kini Bisa Belanja Tanpa Ribet
BACA JUGA:QRIS Permudah Transaksi, Bazar UMKM Laris Manis di Festival Panjat Pinang 80 Pohon Sumatera Ekspres
Meski begitu, teknologi ini belum menjadi standar QRIS.
Dengan demikian, hingga kini sistem QRIS tetap bergantung pada koneksi internet agar transaksi aman, cepat, dan terverifikasi secara langsung.
