Ingin Jadi ASN Lewat Sekolah Kedinasan? Ini 7 Pilihan dengan Syarat Fisik yang Lebih Fleksibel
Tujuh sekolah kedinasan dengan persyaratan fisik paling fleksibel bagi calon ASN — mulai dari PKN STAN hingga Poltek SSN, tetap membuka peluang besar bagi siswa berprestasi untuk meniti karier di pemerintahan. Foto:Ilustrasi--
SUMATERAEKSPRES.ID – Sekolah kedinasan selalu menjadi magnet bagi lulusan SMA dan SMK yang bercita-cita menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Selain biaya pendidikan yang ditanggung pemerintah, para lulusan juga berpeluang besar untuk langsung diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Namun, tidak sedikit calon mahasiswa yang merasa gentar karena seleksi sekolah kedinasan dikenal sangat ketat, baik dari sisi akademik maupun fisik.
Menariknya, sejumlah sekolah kedinasan di Indonesia ternyata memiliki kriteria yang relatif lebih longgar dalam hal persyaratan fisik seperti tinggi badan, kondisi mata, hingga kerapian gigi.
Berikut tujuh sekolah kedinasan yang dikenal lebih “bersahabat” bagi calon mahasiswa yang ingin meniti karier sebagai ASN.
BACA JUGA:Semen Baturaja Kenalkan 3 Program Unggulan untuk Warga Air Gading
BACA JUGA:Ribuan Warga Serbu Pasar Murah HUT ke-27 Bank Mandiri
1. PKN STAN – Tanpa Syarat Tinggi Badan
Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) di bawah naungan Kementerian Keuangan masih menjadi favorit calon ASN. Walau tingkat persaingan masuknya tinggi, syarat fisik di kampus ini tergolong longgar.
PKN STAN tidak menetapkan batas tinggi badan minimal, tidak melarang penggunaan behel selama tidak mengganggu fungsi mulut, dan tidak menilai kerapian gigi sebagai syarat mutlak.
Calon mahasiswa cukup memenuhi ketentuan sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba, tidak bertato, serta tidak bertindik kecuali karena alasan adat atau agama.
2. Politeknik Statistika STIS – Mata Minus Masih Ditoleransi
Berada di bawah Badan Pusat Statistik (BPS), Politeknik Statistika STIS memberikan toleransi cukup besar bagi pendaftar dengan kondisi mata minus atau plus hingga 6 dioptri.
BACA JUGA:Solusi Digital EIGER: Corporate Purchase Kini Hadir dalam Versi Website
BACA JUGA:Dua Kecelakaan Maut di Sumsel, 4 Orang Tewas Termasuk Pelajar
Sekolah ini juga tidak mensyaratkan tinggi badan minimal. Pemeriksaan kesehatan tetap dilakukan, tetapi lebih menekankan pada fungsi tubuh, bukan aspek estetika seperti bentuk gigi.
