Tabungan Digital Rawan Diretas? Begini Cara Cerdas Melindungi Rekening dari Phishing dan Malware Finansial
Tabungan Digital Rawan Diretas? Begini Cara Cerdas Melindungi Rekening dari Phishing dan Malware Finansial-Foto: IST -
SUMATERAEKSPRES.ID – Dunia digital membuka pintu kemudahan dalam urusan keuangan. Kini, menabung, transfer uang, hingga membayar tagihan bisa dilakukan hanya lewat ponsel.
Namun, di balik segala kemudahan itu, bahaya siber mengintai tanpa ampun. Salah satunya datang dari ancaman phishing dan malware finansial—dua musuh utama nasabah di era digital banking.
Phishing: Jebakan di Balik Pesan Manis
Phishing bukan sekadar istilah rumit di dunia teknologi. Ia adalah tipu daya yang dibuat dengan rapi oleh pelaku kejahatan siber.
BACA JUGA:Link DANA Kaget Terbaru 10 Oktober 2025: Klaim Saldo Gratis Sebelum Kehabisan
Mereka menyamar sebagai pihak bank, mengirim pesan lewat email, WhatsApp, atau SMS berisi tautan yang tampak “resmi”.
Begitu korban tergoda dan mengkliknya, data sensitif seperti username, password, PIN, atau kode OTP berpindah tangan ke pelaku.
Banyak yang tak sadar bahwa tautan itu hanyalah perangkap digital. Sekali data dikirim, rekening pun bisa terkuras dalam hitungan menit.
BACA JUGA:Pelajar Tewas Usai Tabrak Avanza di Lubuklinggau, Korban Terpental ke Kolong Mobil
BACA JUGA:Showroom KIA Tanjung Api-Api Hadir di Palembang, Tawarkan Fasilitas Modern dan Promo Spesial Oktober
Malware Finansial: Ancaman yang Bersembunyi di Balik Layar
Jika phishing memancing korban secara psikologis, malware finansial bekerja diam-diam lewat perangkat.
Malware ini menyusup ke ponsel atau komputer, mencuri data pribadi, merekam aktivitas layar, bahkan mengendalikan perangkat dari jarak jauh.
Tanpa disadari, pelaku bisa masuk ke aplikasi mobile banking dan menguras isi tabungan.
Beberapa laporan terbaru menunjukkan peningkatan signifikan kasus pencurian data digital banking.
