Survei Membuktikan: Lulusan dari 10 Jurusan Ini Paling Banyak Mengaku Menyesal, Ini Alasannya
Memilih jurusan kuliah sering dianggap sebagai langkah besar menuju masa depan yang cerah. -Foto: sumateraekspres.id-
SUMATERAEKSPRES.ID - Memilih jurusan kuliah sering dianggap sebagai langkah besar menuju masa depan yang cerah.
Namun, tidak semua lulusan merasa puas dengan pilihan mereka.
Berdasarkan berbagai survei yang dilakukan terhadap ribuan responden, ditemukan bahwa ada sejumlah jurusan yang sering kali membuat lulusannya merasa menyesal—baik karena sulitnya mencari pekerjaan, gaji yang rendah, atau realita kerja yang jauh dari ekspektasi.
Berikut adalah 10 jurusan kuliah yang paling banyak membuat lulusannya merasa menyesal setelah lulus.
BACA JUGA:Mahasiswa dari 10 Jurusan Ini Bakal Bahagia, Banyak Lulusannya Diterima PT Pertamina Saat Cari Kerja
BACA JUGA:Mahasiswa dari 5 Jurusan Ini Wajib Kuasai Skill Digital Agar Tak Tersingkir di Dunia Kerja
Simak baik-baik, terutama bagi kamu yang masih berada di bangku sekolah dan tengah mempertimbangkan jurusan kuliah untuk masa depanmu.
1. Jurnalistik: Idealismenya Tinggi, Gajinya Rendah
Menjadi jurnalis seringkali dianggap profesi mulia—membela kebenaran, menyuarakan suara rakyat.
Namun di balik itu, banyak lulusan jurnalistik mengaku kecewa karena gaji awal yang cenderung rendah, beban kerja tinggi, dan tekanan deadline yang konstan.
Meskipun industri media kini merambah ke ranah digital, tantangan tetap besar, terutama dalam hal kesejahteraan awal karier.
BACA JUGA:Kombinasi Jurusan dan Skill Jadi Kunci Emas Lolos Rekrutmen BUMN 2025
BACA JUGA:15 Jurusan Paling Dicari Perusahaan Raksasa: Siap Hadapi Tantangan Dunia Kerja
2. Sosiologi: Ilmu Sosial yang Butuh Skill Tambahan
Sosiologi memberikan pemahaman mendalam tentang masyarakat dan perilaku manusia. Sayangnya, di dunia kerja, lulusan sosiologi sering kesulitan menemukan posisi yang benar-benar sesuai dengan latar belakang akademis mereka. Tanpa keterampilan tambahan seperti analisis data, riset, atau komunikasi publik, daya saing mereka menjadi rendah.
3. Seni: Bakat Saja Tak Cukup
Lulusan seni mengaku lebih banyak menghadapi tantangan dibandingkan jurusan lain. Minimnya lapangan kerja formal, ditambah stigma bahwa pekerjaan seni “tidak menjanjikan”, membuat mereka harus berjuang ekstra.
