Tunjangan Sertifikasi TW 1 dan 2 Mulai Cair! Siapkan Data ini Agar Segera Meleleh ke Rekening.
Cair Bulan Juni! Tunjangan Sertifikasi Guru TW1 dan TW2 Mulai Dibayarkan, Cek Data Anda Sekarang-Foto: sumateraekspres.id-
SUMATERAEKSPRES.ID – Pemerintah resmi memulai proses pencairan Tunjangan Sertifikasi untuk Triwulan 1 (TW1) dan Triwulan 2 (TW2) tahun anggaran 2025.
Kabar ini menjadi angin segar bagi ribuan guru di seluruh Indonesia yang masih menantikan haknya sejak awal tahun.
Pencairan Tunjangan Sertifikasi dijadwalkan berlangsung sepanjang bulan Juni 2025, dimulai dari minggu pertama dan kedua untuk TW1, lalu disusul TW2 pada minggu ketiga dan keempat.
Informasi ini sejalan dengan sejumlah pernyataan dalam forum resmi daring serta unggahan di kanal media sosial pendidikan.
BACA JUGA:Inilah Daftar Kategori Guru yang Dapat Tunjangan Sertifikasi di Minggu Ketiga Juni
BACA JUGA:Skema Pencairan Tunjangan Sertifikasi 2025: Ini Daftar Guru yang Bakal Cair di Minggu Ketiga Juni
Validasi Data Jadi Kunci
Kemendikdasmen menegaskan, pencairan Tunjangan Sertifikasi hanya akan dilakukan bagi guru yang memiliki data GTK dan SKTP valid.
Untuk itu, guru dihimbau segera memeriksa kelengkapan data seperti nama rekening, nomor rekening, nama bank, serta informasi GTK pribadi.
“Kami mengimbau agar seluruh guru aktif memeriksa status info GTK masing-masing. Jika ada kesalahan, segera lakukan perbaikan agar pencairan tidak tertunda,” ujar salah satu narasumber dari Dinas Pendidikan Daerah.
BACA JUGA:5 Daerah Ini Dipastikan Cairkan Tunjangan Sertifikasi Triwulan II Lebih Cepat
BACA JUGA:Daftar Daerah yang Sudah Siap Cairkan Tunjangan Sertifikasi Triwulan 2 2025
Di tengah kabar pencairan, beredar luas pesan berantai di WhatsApp yang mengklaim jadwal pencairan TPG secara rinci.
Meski sebagian isi pesan tersebut sejalan dengan informasi resmi, Kemdikdasmen meminta masyarakat tetap waspada terhadap hoaks dan hanya merujuk pada sumber terpercaya seperti Kemendikbud, Kemenkeu, atau portal resmi pendidikan.
“Saring sebelum sharing. Jangan mudah percaya informasi yang belum terverifikasi,” tegas seorang pengawas pendidikan dalam diskusi daring.
