Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Sungai Musi: Nadi Kehidupan dan Wisata Ikonik di Palembang

Di jantung Sumatera Selatan, mengalir tenang namun penuh cerita, Sungai Musi.-Foto: sumateraekspres.id-

PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID – Di jantung Sumatera Selatan, mengalir tenang namun penuh cerita, Sungai Musi.

Sungai legendaris ini bukan sekadar bentangan air, melainkan nadi kehidupan yang menyatukan sejarah, budaya, hingga geliat ekonomi masyarakat Palembang dari masa lampau hingga kini.

Dengan panjang mencapai 750 kilometer, Sungai Musi menyandang predikat sebagai sungai terpanjang kedua di Pulau Sumatera, setelah Sungai Batanghari yang membentang sejauh 800 kilometer.

Dari hulu di Pegunungan Bukit Barisan, Rejang Lebong – Bengkulu, aliran Sungai Musi terus melaju melintasi Kota Palembang hingga bermuara ke Selat Bangka, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

BACA JUGA:Pemda Jangan Jadi Penonton, Bagindo: Harus Tegas soal Retribusi Tongkang Batu Bara Lewati Sungai Musi

BACA JUGA:Nahas, Hendak Memancing di Sungai Ogan Bocah 8 Tahun Asal Palembang Justru Tenggelam, Begini Kejadiannya

Simbol Keindahan Bersama Jembatan Ampera

Tak lengkap membicarakan Sungai Musi tanpa menyebut Jembatan Ampera, ikon megah Kota Palembang yang membelah sungai sepanjang 1.117 meter itu.

Jembatan ini dibangun pada 1962 dan diresmikan sebagai penghubung Seberang Ulu dan Seberang Ilir.

Semula bernama Jembatan Soekarno, kemudian diganti oleh Presiden Soekarno sendiri menjadi Ampera, kependekan dari Amanat Penderitaan Rakyat.

BACA JUGA:Ibu Hamil dan Anaknya Tewas, Korban Perahu Tenggelam di Sungai Rawas

BACA JUGA: Panik Tembakan Peringatan, Terjun ke Sungai Dawas, Remaja asal Muba Tewas Tenggelam

Di malam hari, jembatan yang berdiri setinggi 63 meter dari tanah ini tampak bersinar oleh hiasan lampu-lampu warna-warni yang memantul di permukaan Sungai Musi.

Dari atas jembatan, pengunjung bisa menyaksikan panorama Benteng Kuto Besak, warisan sejarah abad ke-18.

Dari Mu Ci Menjadi Musi

Menurut penelitian Ida Farida dari UIN Raden Fatah Palembang, asal-usul nama Musi berakar dari penyebutan "Mu Ci" oleh para pendatang dari Tiongkok yang melintasi kawasan Selat Bangka.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan