PDAM Tirta Lematang Perkuat SDM Lewat Diklat Berbasis Kinerja
Kinerja positif yang dicapai Perumda PDAM Tirta Lematang sepanjang 2025 menjadi pijakan untuk langkah penguatan internal.-Foto: IST-
LAHAT, SUMATERAEKSPRES.ID – Kinerja positif yang dicapai Perumda PDAM Tirta Lematang sepanjang 2025 menjadi pijakan untuk langkah penguatan internal.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) manajemen serta motivasi bagi karyawan sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Iklan Google/Link Sponsor
Direktur PDAM Tirta Lematang, Anda Wijaya, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan agenda berkelanjutan yang telah rutin dilaksanakan sejak 2021.
Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi individu sekaligus meningkatkan kapasitas organisasi secara menyeluruh.
BACA JUGA:Sidak PDAM Tirta Agung di Pasar Kayuagung, Pastikan Air Bersih Mengalir Lancar ke Pedagang dan Warga
Menurutnya, materi pelatihan difokuskan pada penguatan manajemen, peningkatan motivasi kerja, serta pengembangan capacity building.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan menargetkan terciptanya SDM yang adaptif dan profesional dalam menghadapi tantangan pelayanan air bersih ke depan.
Selain pelatihan internal, peserta juga mengikuti kunjungan kerja ke Perumda Tirta Pakuan di Bogor. Kegiatan ini dimanfaatkan sebagai sarana benchmarking, khususnya dalam pengelolaan aset dan implementasi Key Performance Indicator (KPI) sebagai tolok ukur kinerja perusahaan.
BACA JUGA:BRI Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Perkuat Kepedulian Sosial ke Masyarakat
BACA JUGA:Listrik Sempat Padam, Api Ternyata Sudah Berkobar di Loteng, Satu Rumah di Palembang Hangus Terbakar
Program pengembangan SDM tersebut telah tertuang dalam rencana bisnis dan anggaran perusahaan tahun 2026. Pelaksanaannya didukung oleh capaian kinerja positif pada 2025, di mana perusahaan berhasil membukukan laba sesuai target yang telah ditetapkan.
Manajemen menegaskan bahwa kegiatan ini bukan bentuk pemborosan, melainkan investasi strategis yang telah direncanakan secara matang. Seluruh pembiayaan berasal dari anggaran internal perusahaan tanpa melibatkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sebagai bentuk legitimasi, peserta diklat juga memperoleh sertifikat yang diakui oleh BPKP. Sertifikasi tersebut menjadi bukti pengakuan kompetensi sekaligus standar profesionalitas yang dimiliki karyawan.
