Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Iklan Google/Link Sponsor

Kemarau Sumsel 2026 Lebih Kering, Datang Lebih Cepat dan Berpotensi Panjang

Kemarau Sumsel 2026 diprediksi lebih kering, datang lebih cepat, dan berlangsung panjang. Risiko kekeringan hingga kebakaran meningkat.-Foto: Gemini-

SUMATERAEKSPRES.ID - Fenomena kemarau Sumsel 2026 lebih kering menjadi sorotan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi penurunan curah hujan di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan.

Kondisi ini diperkirakan berbeda dari pola normal, dengan musim kemarau datang lebih awal sekaligus berlangsung lebih panjang.


Iklan Google/Link Sponsor

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, menyebut awal musim kemarau diprediksi mulai terjadi pada Mei hingga Juni 2026. 

Wilayah yang lebih dulu memasuki fase kering diperkirakan terjadi pada awal Mei, sementara sebagian besar daerah lainnya menyusul pada awal hingga pertengahan Juni.

BACA JUGA:9 Jurusan Kuliah Paling Disesali Lulusannya, Calon Peserta UTBK SNBT 2026 Wajib Tahu

BACA JUGA:Isu TPG April 2026 : Perubahan Sistem Seleksi yang Wajib Diketahui

Awal Kemarau Lebih Cepat dari Pola Normal

Percepatan musim kemarau menjadi salah satu indikator utama perubahan pola iklim tahun ini. 

Berdasarkan analisis BMKG, sekitar 29 persen wilayah mulai mengalami kemarau pada akhir Mei.

Sementara itu, sekitar 64 persen wilayah lainnya masuk fase kemarau pada awal hingga pertengahan Juni.

BACA JUGA:Ojol di Palembang Dituduh Mencuri Usai Menepi Buang Air Kecil, Dikeroyok Hingga Luka Lebam

BACA JUGA:WFH PNS PPPK: Referensi Penting dan Dampaknya untuk Tahun 2026

Jika dibandingkan dengan rata-rata klimatologis periode 1991–2020, mayoritas wilayah mengalami kemajuan musim hingga dua dasarian atau sekitar 20 hari lebih cepat. 

Hal ini menandakan pergeseran pola musim yang cukup signifikan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan