Sulap Lahan Ngangur Jadi Alun-Alun Olahraga
MEGAH: Pemdes Margo Mulyo, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Muba menyulap lahan nganggur menjadi alun-alun megah. Di sisi lain Pemdes juga mendukung warganya menanam Toga.-foto: desa Marho Mulyo for sumeks-
TUNGKAL JAYA, SUMATERAEKSPRES.ID - Pembangunan di Dusun 3, Desa Margo Mulyo, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Muba sungguh luar biasa. Bagaimana tidak? Lahan yang tadinya hanya semak belukar dan lokasi pembuangan sampah kini disulap jadi alun-alun megah.
Bahkan, alun-alun ini menjadi pusat olahraga dan tempat berkumpul masyarakat. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan menyertakan embung sebagai sumber resapan air dan penghijauan.
Alun-alun tersebut telah menjadi tempat favorit warga untuk berolahraga lari pagi hingga tempat wisata keluarga. “Kami bangun alun-alun berkonsep olahraga di Desa Margo Mulyo,” ujar Kepala Desa Minarno dengan penuh semangat.
Tak hanya membangun lapangan, Kades juga melakukan pengecoran keliling area alun-alun. “Kami terus melakukan penataan dan memberikan berbagai fasilitas di alun-alun,” tegasnya.
Ia menyebutkan, pembangunan akan dilengkapi dengan gapura, tempat duduk, tempat sampah, dan toilet umum. Untuk mendukung pembangunan itu, dana sebesar Rp 120 juta telah dialokasikan dari anggaran tahun 2025.
BACA JUGA:Pemkot Lubuklinggau Tata Ulang Alun-Alun Merdeka Taman Kurma untuk Kenyamanan Publik
BACA JUGA:Grup Band Ungu Menggoyang Panggung Alun-alun Kota Pangkalan Balai
Pembangunan fisik lainnya juga terus dikebut menggunakan Dana Desa (DD) dan APBD. Seperti pengecoran jalan lingkungan, pembangunan gudang desa, hingga pembuatan sumur bor.
Program inovatif “Satu Lampu Satu Rumah” juga telah diterapkan demi menciptakan lingkungan yang terang dan aman di desa ini.
" Kami tidak layani pelayanan adminitrasi desa, bila warga tak pasang lampu penerangan depan rumahnya untuk lingkungan," ucapnya.
Tak hanya itu, pengembangan peternakan kambing dan rencana pendirian pabrik kompos oleh BUMDes juga sedang digodok.
Yang tak kalah menarik, Kades juga menggalakkan penanaman tanaman toga di setiap RT. “Tanaman toga ini tidak hanya obat-obatan, tapi juga sayuran dan buah-buahan,” ungkapnya.
