Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Kendalikan Antraknosa di Tanaman Cabai

PENGENDALIAN: Tenaga penyuluh pertanian bersama petani melakukan pengendalian hama pada tanaman cabai di lahan pertanian Kelompok Tani Al Barokah Tani, Desa Muara Penimbung Ulu, Kecamatan Indralaya. - Foto: andika/sumeks-

INDRALAYA, SUMATERAEKSPRES.ID -  Gerakan pengendalian OPT Antraknosa pada pertanaman cabai dilakukan untuk menekan hama. Kegiatan ini dilakukan di lahan pertanian Kelompok Tani Al Barokah Tani Desa Muara Penimbung Ulu Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan. 

Gerakan Pengendalian ini didampingi PJ BPT Unit I Palembang (Sulis Sujianto SP), staf LPHP Sukarame (Emi Noviyanti SP dan Tiara Putri Rahmadhani SP MSi), Kortikab POPT Ogan Ilir (Desi Dwi Juliana SP), staf BPTPH (Puspa Dewi SP, Dewi Henny Maya Sari SE dan Kharisma Hilsya AMd Li), Korluh BPP Indralaya (Marwani SP), PPEP POPT Kabupaten Ogan Ilir, POPT Kabupaten Ogan Ilir dan PPL Kecamatan Indralaya.

Luas areal yang dikendalikan 5 Ha dengan umur tanaman 150-165 hari setelah tanam (hst) dengan varietas yang ditanam adalah Tangguh. Bahan pengendali yang digunakan yaitu Bio Fungisida berbahan aktif Streptomyces thermovulgaris dan Geobacillus thermocatenulatus bantuan dari BPT Unit I Palembang," ujar petugas POPT Ogan Ilir, Desi. 

BACA JUGA:Transformasi PETI Sukses di Desa Darmo, Panen Cabai dan Kerja Sama Bisnis Baru

BACA JUGA:Panen Cabai Melimpah, Harga Meroket di OKU Timur

Streptomyces dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit antraknosa karena kemampuannya menghasilkan metabolit antimikroba. Serta kemampuannya merangsang sistem kekebalan tanaman yang dapat menghambat atau membunuh jamur penyebab antraknosa, seperti Colletotrichum capsici. 

Bakteri ini bekerja secara hayati dengan bersaing dengan patogen, dan beberapa penelitian menunjukkan efektivitasnya dalam mengendalikan antraknosa pada tanaman seperti cabai. "Kami merekomendasikan untuk melakukan evaluasi 3-5 hari setelah pengendalian. Aplikasi APH Trichoderma secara berkala, pergantian varietas tanaman di musim tanam selanjutnya. Serta pengamatan intensif untuk memantau perkembangan OPT," ujarnya.

 

PENGENDALIAN: Tenaga penyuluh pertanian bersama petani melakukan pengendalian hama pada tanaman cabai di lahan pertanian Kelompok Tani Al Barokah Tani, Desa Muara Penimbung Ulu, Kecamatan Indralaya. FOTO: ANDIKA/SUMEKA

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan