Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

SDN 01 Wayhandak Sulap Lahan Tandus Jadi Kebun Edukasi

BELAJAR DAN MEMPRAKTIKAN: Pelajar SDN 01 Wayhandak di Kecamatan BP Peliung OKU Timur belajar dan mempraktikkan budidaya beragam tanaman di kebun belakang sekolah. -FOTO: KHOLID/SUMEKS-

MARTAPURA, SUMATERAEKSPRES.ID - SDN 01 Wayhandak berada di sudut Kecamatan BP Peliung, OKU Timur.  Sekolah ini memiliki cara luar biasa untuk menanamkan nilai kehidupan kepada para siswanya.

SD Negeri 01 Wayhandak berhasil mengubah sebidang lahan tidur menjadi kebun edukasi yang hidup. Di kebun ini ditanam beragam tanaman, seperti terong, bayam, dan cabai. Bukan hanya tanaman, disini anak-anak bisa belajar langsung tentang cara membudidayakan tanaman.

BACA JUGA:GSMP Goes To Campus STIPER SRIWIGAMA Usulkan Dr. H. Herman Deru, SH, MM Sebagai Bapak Mandiri Pangan Nasional

BACA JUGA:BKD Sumsel Raih Juara 1 GSMP Goes to Office 2025 Berkat Kebun Sayur dan Ternak

Nuraini SPd, Kepala SDMN mengatakan, dulunya lahan tersebut merupakan hamparan tanah keras. Kini berubah menjadi deretan tanaman hijau berdiri rapi, seolah turut menyimak setiap kata yang keluar dari sang kepala sekolah.

“Kami ingin anak-anak melihat sendiri bahwa sesuatu yang tak produktif pun bisa berubah menjadi sumber kehidupan ketika dirawat dengan sungguh-sungguh” ujarnya lagi.

Program ini terinspirasi dari Gerakan Sumsel Mandiri Pangan yang dicanangkan Gubernur Sumsel H Herman Deru. Namun bagi SDN 01 Wayhandak, gerakan ini bukan sekadar mengikuti instruksi.

Di tangan para guru dan siswa, program ini tumbuh menjadi wadah pendidikan karakter, tentang kerja keras, tanggung jawab, dan cinta terhadap lingkungan.

Setiap pagi sebelum bel masuk, beberapa siswa datang lebih dulu untuk menyiram tanaman. Buku pelajaran tentang pertumbuhan tanaman kini berubah menjadi pengalaman nyata.

Mereka memegang daun, merasakan tekstur batang, dan menyaksikan tunas kecil muncul dari tanah dengan mata kepala sendiri.

Di lahan ini ada banyak tamanan. Seperti bayam, terong dan cabai.  “Kami ingin anak-anak belajar dari apa yang mereka sentuh dan rasakan. Kebun ini adalah guru kedua bagi mereka.” tegasnya.

Guru-guru pun berperan aktif. Mereka membuat jadwal piket per kelas, memandu siswa mengukur pertumbuhan tanaman, hingga mencatat perkembangan di buku harian kebun.

Lebih dari sekadar memenuhi program pemerintah, SD Negeri Wayhandak sedang membangun sebuah budaya baru. Yakni budaya merawat, mencintai, dan memahami makna dari setiap proses kecil dalam kehidupan. 

BACA JUGA:Sulap Lahan Sempit Jadi Kebun Mini, Kreativitas Pelajar MAN 1 Muara Enim Selaras dengan GSMP Goes to School

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan