Empat Lawang Transformasi Pertanian Berbasis Teknologi
KOMITMEN: Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad berkomitmen untuk mentransformasi sektor pertanian melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. -FOTO: HENDRO/SUMEKS-
EMPAT LAWANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, yang dikenal dengan potensi pertanian, perkebunan, dan hortikultura yang melimpah bergerak cepat menuju era pertanian modern.
Melalui serangkaian kebijakan strategis, pemkab bertekad menjadikan sektor ini sebagai motor penggerak utama ekonomi daerah dan peningkat kesejahteraan petani.
BACA JUGA:Petani Milenial Empat Lawang, Dari Kebun Ladang Dapat Cuan dari Facebook
BACA JUGA:Fintech Pertanian: Inovasi Digital Penopang Petani Milenial di Era 5.0
Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammad, menegaskan komitmennya untuk menggenjot transformasi sektor pertanian melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir.
"Transformasi pertanian berbasis inovasi adalah kunci untuk memajukan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani," tegas Joncik.
Dalam upaya mencapai visi tersebut, Bupati Joncik memaparkan empat pilar kebijakan yang sedang dijalankan Pemkab Empat Lawang. Pertama, Digitalisasi Data dengan Sistem Informasi Pertanian Berbasis GIS (Geographic Information System).
"Digitalisasi data ini diharapkan membuat arah kebijakan pertanian lebih presisi, efisien, dan adaptif terhadap perubahan," kata Joncik.
Kedua, Modernisasi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Pemerintah terus mendorong penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern.
Tujuannya menekan biaya produksi dan, pada saat yang sama, meningkatkan produktivitas dan daya saing yang dimiliki petani lokal.
Ketiga, Lahirnya Petani Milenial Berwawasan Global. Fokus utama yakni regenerasi petani melalui peningkatan literasi teknologi.
Pemkab berharap langkah ini dapat melahirkan petani milenial yang kreatif, berwawasan global, dan memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat.
Keempat, Integrasi Hulu-Hilir dan Agroindustri. Pemerintah mengembangkan integrasi total mulai dari penyediaan sarana produksi (hulu) hingga pengolahan dan pemasaran hasil pertanian (hilir).
Langkah ini bertujuan menciptakan rantai pasok yang efisien, meningkatkan nilai tambah produk pertanian, dan menstabilkan harga demi kesejahteraan petani. Kolaborasi dengan dunia usaha dan koperasi tani juga menjadi fokus penguatan.
