Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Iklan Google/Link Sponsor

SMPN 1 Cempaka Jadi Sekolah Mandiri Pangan

HIJAUKAN SEKOLAH: Melalui program GSMP, SMP Negri 1 Cempaka mengubah lahan kosong menjadi kebun produktif yang hijau dan subur. FOTO: KHOLID/SUMEKS--

MARTAPURA, SUMATERAEKSPRES.ID -Di tengah tantangan global terkait ketahanan pangan, SMP Negeri 1 Cempaka menjadi contoh nyata bagaimana semangat kemandirian dan cinta lingkungan dapat tumbuh dari dunia pendidikan.

Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Sigit Winaryo, SPi MM, sekolah ini bertransformasi menjadi sekolah mandiri pangan yang inspiratif.


Iklan Google/Link Sponsor

BACA JUGA:Sulap Lahan Sempit Jadi Kebun Mini, Kreativitas Pelajar MAN 1 Muara Enim Selaras dengan GSMP Goes to School

BACA JUGA:Harapkan Miliki Jiwa Petani Milenial, GSMP Go To School SMKN 1

Di atas lahan seluas 50 meter x 40 meter, area yang dulunya kosong kini menjelma menjadi kebun produktif yang hijau dan subur.

Beragam tanaman tumbuh di sana, mulai dari jagung, kacang panjang, buncis, oyong, cabai rawit, cabai panjang, tomat ceri, nanas, labu kuning, sawi, selada merah dan hijau, kemangi, hingga singkong.

Setiap sudut kebun mencerminkan kerja keras, keceriaan, dan semangat belajar para siswa. “Kami ingin menumbuhkan kesadaran sejak dini bahwa pangan bukan hanya soal konsumsi, tetapi juga tanggung jawab dan kemandirian,” ujar Sigit.

Menurutnya, program ketahanan pangan ini tidak sekadar menanam tanaman, tetapi juga menanam nilai. “Nilai gotong royong, tanggung jawab, dan cinta lingkungan tumbuh seiring dengan tunas-tunas sayuran di kebun sekolah,” katanya.

Melalui program ini, lanjutnya, siswa belajar secara langsung bagaimana mengelola sumber daya pangan, mulai dari menanam, merawat, hingga memanen.

Hasil panen sebagian dimanfaatkan untuk kegiatan sekolah seperti Pramuka dan kantin sehat, sebagian lainnya menjadi bahan edukasi kewirausahaan.

Siswa juga diajak mengolah hasil panen menjadi produk bernilai jual, seperti keripik singkong, sambal kemasan, atau jus nanas segar. Program ini sekaligus menjadi laboratorium hidup yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran.

Misalnya, mata pelajaran IPA membahas proses fotosintesis dan kesuburan tanah, IPS menyinggung ketahanan pangan nasional, sementara Prakarya mengajarkan pengolahan hasil panen.

“Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan hidup. Melalui kebun sekolah ini, mereka belajar arti kerja keras, kemandirian, dan kepedulian terhadap alam,” tambah Sigit.

Selain memberikan manfaat bagi siswa, program ketahanan pangan ini juga membawa dampak positif bagi lingkungan sekolah.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan