Cegah Serangan Walang Sangit, Gunakan Insektisida Nabati
PENGENDALIAN: Meminimalisir serangan walang sangit dilakukan dilaksanakan gerakan pengendalian di pertanaman padi Kelompok Tani Karya Bersama di Desa Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. -FOTO: ANDIKA/SUMEKS-
INDRALAYA, SUMATERAEKSPRES.ID - Walang sangit atau dalam bahasa latinnya Leptocorisa oratorius merupakan hama yang menyerang tanaman padi dan dikenal karena aroma khasnya yang tidak sedap.
Untuk meminimalkan serangan hama tersebut, dilakukan Gerakan Pengendalian OPT Walang Sangit di lahan pertanaman padi milik Kelompok Tani Karya Bersama, Desa Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir.
Kegiatan ini didampingi oleh Staf LPHP Sukarame Emi Noviyanti SP, Koordinator POPT Kabupaten Ogan Ilir Desi Dwi Juliana SP, POPT Kecamatan Pemulutan Desinta SP MSi, PPEP POPT Ego Alpian SP, Koordinator Penyuluh Kecamatan Pemulutan Aprianto SP, serta PPL Desa Pelabuhan Dalam Eka Patra Sari SP MSi.
“Luas areal yang dikendalikan mencapai 20 hektare dengan umur tanaman antara 65 hingga 107 hari setelah tanam. Varietas padi yang ditanam yaitu Ciherang dan Inpari 32. Bahan pengendali yang digunakan berupa insektisida nabati berbahan aktif eugenol dan azadirachtin, bantuan dari BPT Unit I Palembang,” ujar Emi.
BACA JUGA:Walang Sangit Serang Padi di Ogan Ilir, Petugas POPT Sarankan Perangkap Botol Bekas
BACA JUGA:Petani OKI Pasang Perangkap Walang Sangit di Lahan Padi untuk Cegah Gagal Panen
Insektisida nabati berbahan aktif eugenol dan azadirachtin kini menjadi alternatif ramah lingkungan yang semakin diminati dalam praktik pertanian berkelanjutan. Eugenol, senyawa utama pada minyak atsiri cengkeh, memiliki sifat neurotoksik terhadap serangga dengan cara mengganggu sistem saraf pusat hingga menyebabkan kelumpuhan dan kematian. Sifatnya yang volatil dan mudah terurai membuatnya ideal untuk aplikasi jangka pendek tanpa meninggalkan residu berbahaya.
Sementara itu, azadirachtin yang diekstrak dari biji tanaman mimba bekerja secara sistemik sebagai antifeedant, penghambat pertumbuhan, dan pengganggu reproduksi serangga. Senyawa ini menargetkan hormon serangga, menghambat proses molting dan oviposisi sehingga efektif menekan populasi hama secara bertahap dan berkelanjutan.
Formulasi insektisida nabati berbasis eugenol dan azadirachtin telah terbukti efektif terhadap berbagai jenis hama penting seperti kutu daun, ulat grayak, dan thrips, tanpa membahayakan organisme non-target seperti lebah dan serangga penyerbuk. Selain itu, insektisida ini juga tidak menimbulkan resistensi sebagaimana insektisida sintetis, karena mekanisme kerjanya yang kompleks dan tidak spesifik pada satu reseptor saja.
Dalam konteks aplikasi lapangan, insektisida nabati ini cocok digunakan baik pada sistem pertanian organik maupun konvensional yang menerapkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Walang sangit sendiri umumnya menyerang tanaman padi pada fase primordia atau masak susu dengan tipe mulut menusuk dan mengisap.
BACA JUGA:Serangan Hama Wereng dan Walang Sangit, Panen Padi di OKU Merosot Hingga 50 Persen
BACA JUGA:Walang Sangit Sawah, Predator Alami Bantu Pencegahan
“Serangan walang sangit dapat menyebabkan bulir padi menjadi hampa atau tidak berisi. Jika serangannya berat, hal ini dapat menurunkan hasil panen dan merugikan petani,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, direkomendasikan agar dilakukan evaluasi secara rutin 3-5 hari setelah pengendalian, kemudian dilanjutkan pengendalian ulang empat hari berikutnya. Upaya lain yang disarankan meliputi pemasangan perangkap walang sangit dari botol bekas air mineral dengan umpan bangkai keong mas atau terasi, sanitasi lahan, serta pengamatan intensif untuk memantau perkembangan organisme pengganggu tanaman (OPT).
