Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Gunakan Burung Hantu, Basmi Tikus, Predaror Alami Solusi Terbaik

PENGENDALIAN: Petugas pendamping peningkatan ekonomi pertanian - pengendali organisme pengganggu tumbuhan (PPEP POPT) bersama petani saat melakukan pengendalian hama tikus. -FOTO: ANDIKA/SUMEKS-

INDRALAYA, SUMATERAEKSPRES.ID  - Burung Hantu Tyto alba atau biasa disebut Burung Serak Jawa adalah pemangsa alami hama tikus. Hewan ini sangat efektif dan dapat mengurangi populasi hama tikus tanpa merusak lingkungan. 

Selain mampu mengurangi hama padi di persawahan, keberadaan Tyto alba dapat memperkaya keanekaragaman hayati ekosistem pada lahan pertanian. 

‘’Predator alami tikus ini merupakan solusi terbaik membasmi hama tikus di lahan pertanian,’’ ujar Rizky Agandi SP, petugas pendamping peningkatan ekonomi pertanian - pengendali organisme pengganggu tumbuhan (PPEP POPT). 

Dikatakan, langkah membasmi hama tikus secara alami ini perlu disosialisasikan kepada petani. ‘’Karenanya kita lakukan pendampingan kegiatan Gerakan Pengendalian OPT Padi. Berlokasi di Desa Meranjat III Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir," jelasnya. 

BACA JUGA:Kendalikan Serangan Hama Tikus di Desa Lubuk Seberuk

BACA JUGA:Teliti LPR pada Tikus Hantarkan Dr dr Adelien Raih Gelar Doktor Sains Medis FK Unsri

Sosialisasi ini penting dilakukan agar keberadaan burung hantu pemangsa tikus dapat lestari.  Maka petani dapat membuat rumah burung hantu di sekitar area persawahan. 

Selain itu, dukungan dengan perangkap dan racun tikus juga dapat menambah optimal pembasmian hama tikus di lahan pertanian.  "Pada hamparan padi seluas 7 Ha berumur 30-80 Hst dengan varietas IR 42 telah dikendalikan OPT Tikus yang dikendalikan seluas 1 Ha menggunakan Rodentisida berbahan aktif Brodifakum," jelasnya. 

Dikatakan, petani juga dapat menerapkan langkah rekomendasi pengendalian. "Lakukan evaluasi 3-5 hari setelah pengendalian. Pelestarian burung hantu Tyto alba dengan pemasangan Rubuha dan tenggeran T. Pengendalian lanjutan jika intensitas serangan OPT meningkat. Serta monitoring intensif untuk memantau perkembangan OPT," pungkasnya. 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan