Budidaya Cabai Tambah Pendapatan Keluarga, Program P2B Sejalan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan
BUDIDAYA CABAI: Yudi warga Desa Pangkalan Babat, Kecamatan Rambang Dangku, memanfaakan lahan perkarangan rumah untuk budidaya cabai.-foto: ist-
MUARA ENIM, SUMATERAEKSPRES.ID – Mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional, Polsek Rambang Dangku terus menggencarkan program Perkarangan Pangan Bergizi (P2B). Ini selaras dengan GSMP yang diluncurkan Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru SH MM pada Desember 2021.
Masyarakat diajak untuk memanfaatkan lahan atau pekarangan rumah dan sekitarnya dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan keluarga. Dengan menanam sayur mayur, beragam bumbu dapur, buah hingga ternak ayam, ikan serta sumber protein hewani lainnya.
Dalam skala kecil, hasilnya memang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tapi dalam skala lebih besar, bisa meningkatkan pendapatan. Di Desa Pangkalan Babat, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim, personel Polri turun tangan menggerakkan kegiatan ketahanan pangan berbasis pekarangan rumah.
Seperti lahan seluas 20 x 30 meter milik Yudi (45), warga desa itu kini ditanami 100 batang cabai yang sudah masuk usia tanam 3 minggu . "Program ini sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan. Hasil tanamnya dapat digunakan untuk konsumsi sendiri maupun dijual," ujar Brigpol Reezky, salah seorang personel Polres Muara Enim yang melakukan monitoring perkembangan tanaman cabai tersebut.
Dia memang ditugaskan secara langsung dalam pengelolaan dan pendampingan program. 100 batang cabai itu ditanam di lahan pekarangan. Dipilih tanam cabai karena memiliki nilai ekonomis tinggi serta kebutuhan konsumsi harian yang stabil di masyarakat.
BACA JUGA:Gunakan Sistem Bedengan, Tanam Cabai di Pekarangan
BACA JUGA:Penuhi Kebutuhan Dapur Lapas, Tanam Cabai hingga Ubi
Kegiatan ini juga mendorong warga untuk mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan serta berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan. Meski belum memasuki masa panen, program ini telah menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat. Ada beberapa kendala yang masih dihadapi di lapangan, seperti kurangnya ketersediaan pupuk dan serangan hama yang mulai muncul.
Polres Muara Enim berharap, dengan adanya program P2B yang dikembangkan di desa-desa percontohan ini, dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pangan bergizi yang mudah diakses dan dikelola sendiri. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Polri tidak hanya sebagai pelindung dan pengayom, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan masyarakat dari sektor pangan.
