Cabai Mahal Tak Bikin Pusing
PETIK CABAI: Desi Ristianti, warga Kecamatan Sumber Harta memetik cabai di halaman rumahnya untuk kebutuhan sehari-hari. FOTO: IST--
MUSI RAWAS, SUMATERAEKSPRES.ID - Banyak manfaat yang bisa dirasakan warga jika menerapkan program GSMP. Desi Ristianti, warga Kecamatan Sumber Harta, Mura, mengaku sangat bersyukur bisa menerapkan program GSMP di rumahnya.
Di halaman rumahnya dipenuhi tanaman cabai dan bayam. Baik bayam maupun cabai saat panen digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sampai saat ini belum ada hasil panen yang dijual. Namun, Desi merasakan tak pusing lagi saat harga cabai dan sayur sedang mahal. “Karena saya tak merasakan mahalnya harga cabai dan sayuran. Jika butuh cabai atau sayuran tinggal petik di halaman rumah,” katanya.
BACA JUGA:Pekarangan Sumber Penghasilan Tambahan, Bertani Cabai Menjanjikan
Iklan Google/Link Sponsor
BACA JUGA:Bibit Cabai Siap Dipindahkan
Tanaman cabai yang berada di halaman rumahnya sudah berumur enam bulan. Sudah beberapa kali panen. Memang panennya tidak sekaligus. “Biasanya kalau mau buat sayur dan lauk pedas baru memetik cabai,” katanya.
Diakuinya, ada lahan kosong di samping rumahnya. Memang tak terlalu besar. Sepertinya, sudah menjadi kebiasaan halaman samping rumahnya ditanami sayuran dan cabai. “Karena saya lihat tanahnya yang hitam, jadi subur kalau ditanami,” ungkap Desi.
Desi menyemai benih. Lalu, setelah tumbuh beberapa helai daun dipindahkan ke lahan yang lebih luas. “Saya menanamnya langsung di tanah, tak menggunakan pot ataupun polybag,” ujarnya.
BACA JUGA:Lahan Tidur Jadi Sumber Rezeki, Ibu-Ibu RT 18 Bandar Jaya Panen Cabai
BACA JUGA:Harga Singkong Anjlok Beralih ke Cabai, Berani Ambil Risiko demi Harapan Baru
Untuk perawatannya, paling diberi pupuk organik, baik pupuk kandang maupun pupuk organik dari sayuran. “Selain itu dilakukan penyiraman dan terus dipantau perkembangannya. Jika ada masalah, misalnya ada hama atau penyakit, kita cari solusinya,” ujarnya.
