Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Iklan Google/Link Sponsor

Antisipasi El Nino, Percepat Tanam

GERTAM: Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar didampingi Forkopimda, Asisten Sekda, dan Kepala Perangkat Daerah melakukan pencanangan Gerakan Tanam (Gertam) di Desa Sejaro Sakti, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, kemarin. FOTO: ANDIKA/SUMEKS --

 INDRALAYA, SUMATERAEKSPRES.ID - Langkah strategis dilakukan Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar dalam menghadapi tantangan iklim El Nino. Langkah ini merupakan upaya nyata menjaga ketahanan pangan.
    Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar didampingi Forkopimda, Asisten Sekda, dan Kepala Perangkat Daerah menanam bibit padi bersama pada pencanangan Gerakan Tanam (Gertam). Penanaman dilakukan di Desa Sejaro Sakti, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (19/05).
    Gerakan ini merupakan bagian dari komitmen besar daerah untuk mengejar target produksi padi nasional. "Percepatan tanam menjadi kunci untuk mengantisipasi dampak El Nino yang berpotensi menurunkan produksi pangan. Pemerintah pun mengajak seluruh daerah memanfaatkan sisa musim hujan secara optimal," ujar Panca.

BACA JUGA:Tanam Padi di Lahan Cetak Sawah Baru


Iklan Google/Link Sponsor

BACA JUGA: Hasil Panen Lebih Banyak, Tanam Padi Jajar Legowo

    Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, kejaksaan, serta kelompok tani setempat menjadi pilar utama dalam menyukseskan ketahanan pangan ini. Kunci keberhasilan gerakan ini terletak pada kedisiplinan petani terhadap arahan penyuluh. Mulai dari tata kelola pupuk, irigasi, hingga kepastian jaminan harga beli agar kesejahteraan petani tetap terjaga.
    Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Ogan Ilir mencakup target pembukaan lahan baru seluas 1.100 hektare. Program ini berpusat di beberapa desa seperti Desa Arisan Jaya, Desa Sejaro Sakti, dan Kecamatan Muara Kuang.
    Di Ogan Ilir, sejauh ini ada 3 ribu hektare lahan yang digarap untuk program cetak sawah. Ancaman gagal tanam disebabkan debit air akibat curah hujan yang tinggi. Karena itu, banyak lahan yang masih tergenang air dan sulit ditanami.

BACA JUGA:Keong Mas Mengganggu Tanaman Padi, Ini Cara Efektif yang Bisa Dilakukan

BACA JUGA:Bibit Padi Sering Tumbang, Atasi Hama Orong-Orong

    Sehingga, percepatan masa tanam saat kondisi lahan sudah siap dapat dimaksimalkan agar program cetak sawah berjalan sesuai target yang diinginkan. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan