Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Iklan Google/Link Sponsor

Lebih Sederhana dan Efisien

PENANAMAN: Penanaman dengan menggunakan system tugal dilakukan di Desa Lubuk Bandung, Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir. -FOTO: ANDIKA/SUMEKS-

INDRALAYA, SUMATERAEKSPRES.ID - Menanam jagung dengan cara tugal merupakan metode tradisional yang masih banyak digunakan petani karena sederhana dan efisien.

Teknik ini dilakukan dengan membuat lubang kecil di tanah menggunakan alat tugal, lalu benih jagung dimasukkan ke dalam lubang tersebut.


Iklan Google/Link Sponsor

BACA JUGA:Gotong Royong Tanam Jagung 1,5 Hektare

BACA JUGA:Tanam Jagung Pipil, Perkuat Ketahanan Pangan

Salah satunya diterapkan di lahan milik Ketua Kelompok Tani Pionir, Romi, yang berlokasi di Desa Lubuk Bandung, Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir.

"Lahan yang digunakan tidak perlu diolah secara intensif, cukup dibersihkan dari gulma besar atau sisa tanaman sebelumnya sehingga metode ini sering disebut sebagai sistem tanpa olah tanah," ungkap Romi, Ketua Kelompok Tani Pionir.

Jarak tanam biasanya diatur sekitar 70 x 25 cm atau 75 x 30 cm agar tanaman mendapat ruang tumbuh yang cukup. Setiap lubang diisi 2–3 biji jagung dengan kedalaman 3–5 cm, kemudian ditutup kembali dengan tanah tipis.

Setelah itu, penyiraman dilakukan secukupnya untuk mempercepat perkecambahan.

"Perawatan tanaman meliputi penyiangan gulma, pemupukan sesuai kebutuhan, serta pengendalian hama agar pertumbuhan jagung tetap optimal," jelasnya.

Metode tugal memiliki kelebihan seperti hemat tenaga, menjaga struktur tanah, dan mengurangi erosi, meskipun ada kekurangan seperti tidak cocok untuk tanah keras dan risiko gulma lebih tinggi.

Dengan cara ini, petani dapat menanam jagung secara praktis sekaligus menjaga kesuburan lahan.

Penanaman jagung tersebut merupakan Program Ketahanan Pangan Kuartal II Tahun 2026. Penanaman dilakukan bersama Kanit Binmas Polsek Tanjung Batu Aipda Anton, Bhabinkamtibmas Desa Lubuk Bandung Aipda Ardiansyah, penyuluh pertanian Kecamatan Payaraman yakni Zulpa dan Nurjanah, anggota kelompok tani, serta masyarakat Desa Lubuk Bandung.

Kapolsek Tanjung Batu AKP Suparna P Utomo melalui Wakapolsek Tanjung Batu Ipda M Toyib menegaskan, Polri tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir mendukung program-program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Ketahanan pangan adalah bagian penting dari ketahanan nasional. Karena itu, Polri hadir untuk mendukung masyarakat agar terus produktif dalam mengelola lahan pertanian demi mewujudkan desa yang mandiri pangan,” ujarnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan