Berantas Tikus, Lakukan Gropyokan
GOTONG ROYONG: Petugas pertanian dibantu petani secara bergotong royong melakukan pemberantasan hama tikus di lahan persawahan. FOTO” NISA/SUMEKS--
KAYUAGUNG, SUMATERAEKSPRES.ID - Mengendalikan hama tikus dengan gropyokan dilakukan para petugas penyuluh pertanian di Desa Muara Burnai, Kecamatan Lempuing Jaya. Dari hasil kegiatan itu, berhasil ditangkap 50 ekor tikus.
Penyuluh Pertanian Kecamatan Lempuing Jaya, Prio mengatakan, ini merupakan cara mengendalikan hama tikus secara tradisional.
Iklan Google/Link Sponsor
BACA JUGA:Lakukan Empat Cara Kendalikan Tikus Sawah
BACA JUGA:Pengemposan, Cara Mudah dan Murah Berantas Tikus Sawah di Ogan Ilir
Dilakukan secara gotong royong dengan memburu serta membongkar sarang tikus secara serentak. “Hasilnya masih sedikit," terangnya.
Gropyokan ini dilakukan saat ini karena memang pas waktunya. “Petani belum melakukan penanaman, karenanya kita lakukan pemutusan siklus hidup tikus yang kerap merusak tanaman padi,” ujarnya.
Selain melakukan pemberantasan dengan gropyokan, banyak cara yang bisa dilakukan untuk membunuh tikus.
“Bisa dengan cara emposan yakni memasukkan asap belerang ke dalam lubang tikus untuk membunuh tikus dari dalam,” jelasnya.
Lalu, memasang jaring untuk menghalangi tikus yang berusaha lari, kemudian menebar umpan beracun pada lubang efektif.
BACA JUGA:Petani Ogan Ilir Gempur Hama Tikus Sawah
BACA JUGA:Pengemposan Jadi Andalan Basmi Hama Tikus di Sawah Ogan Ilir
“Dalam kegiatan ini kami juga dibantu petani. Dilakukan secara gotong royong agar pengerjaannya bisa lebih cepat dan hasil yang didapat bisa lebih banyak,” tandasnya.
Dikatakan, cara ini dinilai cukup efektif. “Karena dampaknya luar biasa mampu memusnahkan banyak tikus sekaligus dalam satu area hamparan,” katanya. (uni/)
