Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Iklan Google/Link Sponsor

Gunakan Bio-fungisida, Cegah Hawar Daun

PENGENDALIAN: Petugas PPEP POPT Ogan Ilir Junaidi, SP bersama Penyuluh Pertanian mendampingi petani melakukan Gerakan Pengendalian OPT Padi di Kelompok Tani Kandis Bersatu Desa Kandis Kecamatan Kandis, Ogan Ilir. FOTO: ANDIKA/SUMEKS--

INDRALAYA, SUMATERAEKSPRES.ID - Biofungisida berbahan aktif Streptomyces thermovulgaris dan Geobacillus thermocatenulatus merupakan inovasi pengendalian hayati.

Biofungisida ini digunakan untuk menekan serangan hawar daun pada tanaman padi.


Iklan Google/Link Sponsor

Mikroba ini bekerja dengan cara menghasilkan senyawa antimikroba. Mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen penyebab penyakit.

Sekaligus memperbaiki ekosistem mikroba di sekitar perakaran tanaman. Jadi padi menjadi lebih sehat dan memiliki ketahanan alami terhadap serangan penyakit.

BACA JUGA:Kebakaran Hebat Landa Pemulutan Ogan Ilir, Belasan Rumah Hangus, Jalintas Palembang–Indralaya Lumpuh Total

BACA JUGA:Poto di Diskotik Sambil Pegang Botol Miras, BK DPRD Ogan Ilir Minta Klarifikasi Oknum Anggota Dewan

Petugas PPEP POPT Ogan Ilir Junaidi, SP bersama penyuluh pertanian telah mendampingi petani dalam Gerakan Pengendalian OPT Padi di Kelompok Tani Kandis Bersatu Desa Kandis Kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir.

"Pada hamparan padi seluas 35 ha berumur 20–50 HST dengan varietas IR 42 telah dikendalikan OPT kresek.

Luas lahannya sekitar 2 hektare, kita menggunakan aplikasi biofungisida berbahan aktif Streptomyces thermovulgaris/Geobacillus thermocatenulatus," jelasnya.

BACA JUGA:Sembunyi di Ogan Ilir, Dua Tersangka Korupsi di Kementan RI Diringkus Polda Metro Jaya

BACA JUGA:Kapolri Tanam Jagung Serentak Kuartal I 2026 di Ogan Ilir, Tahun 2026 Sumsel Ditarget 9.424,31 Hektare

Kresek atau penyakit hawar daun bakteri pada tanaman padi disebabkan bakteri Xanthomonas oryzae.

Bakteri ini mengandung xantomonadin yang menghasilkan pigmen berwarna kuning dan menginfeksi tanaman padi melalui luka dan stomata daun, selanjutnya masuk ke klorofil dan merusak daun.

Penggunaan biofungisida ini dilakukan dengan cara melarutkan produk sesuai dosis anjuran.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan