Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Iklan Google/Link Sponsor

Panen Bayam Setiap 20 Hari

KEBUN HIJAU: Tanaman bayam ditanam secara tertata di lahan sederhana seluas 8 x 15 m di samping rumah Arpan, warga Desa Tebat Sari, Kecamatan Martapura. FOTO: KHOLID/SUMEKS--

MARTAPURA, SUMATERAEKSPRES.ID -Lahan pekarangan yang sering dianggap tidak produktif, di tangan Arpan justru berubah menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarganya.

Warga Desa Tebat Sari, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur ini memanfaatkan halaman rumah untuk menanam bayam yang kini rutin dipanen setiap 20 hari.


Iklan Google/Link Sponsor

BACA JUGA:Kembali Tanam Bayam dan Nanas

BACA JUGA:Bayam Jadi Lumbung Hijau, Paturrahman Perkuat Ekonomi Keluarga di OKU Timur

Lahan sederhana berukuran sekitar 8 x 15 meter di samping rumahnya disulap Arpan menjadi kebun sayur yang hijau dan tertata. Di atas tanah itulah ia menanam bayam yang kemudian dijual ke pasar tradisional di wilayah Martapura.

Meski terbilang kecil, kebun tersebut mampu menghasilkan sekitar 300 ikat bayam setiap kali panen. Sayuran segar itu kemudian dipasarkan dengan harga Rp1.500 per ikat. “Lumayan untuk menambah pemasukan rumah tangga,” ujar Arpan.

Diakuinya, kegiatan menanam bayam ini awalnya hanya untuk mengisi waktu luang. Namun seiring waktu, kebiasaan tersebut justru menjadi aktivitas produktif yang memberi manfaat ekonomi.

Selain perawatannya relatif mudah, masa panen bayam juga cukup singkat. Dalam waktu kurang dari satu bulan, tanaman sudah bisa dipanen dan langsung dijual ke pasar.

Arpan mengatakan dirinya rutin merawat tanaman mulai dari menyiram, membersihkan gulma hingga memastikan tanah tetap subur agar hasil panen tetap maksimal.

Ketekunan itu pun membuat pekarangan rumahnya selalu terlihat hijau. Setiap beberapa minggu sekali, bayam yang sudah cukup umur dipanen, diikat, lalu dibawa ke pasar.

BACA JUGA:Kisah Saripudin, Warga OKU Timur Raup Penghasilan dari Kebun Bayam Pekarangan

BACA JUGA:Sutrisno Sulap Lahan Sempit Jadi Kebun Bayam Produktif di Martapura OKU Timur

Bagi Arpan, usaha kecil tersebut bukan hanya sekadar kegiatan mengisi waktu, tetapi juga menjadi contoh bahwa lahan pekarangan bisa dimanfaatkan secara produktif.

“Daripada kosong, lebih baik ditanami. Selain bisa dimakan sendiri, juga bisa dijual,” katanya. (lid/)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan