Siap Diolah Jadi Kolak Menu Berbuka
PANEN LABU: Linda Qiara, warga Desa Rantau Tenang Kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang saat memanen labu kuning yang ada di areal kebunnya. -FOTO: HENDRO/SUMEKS-
EMPAT LAWANG, SUMATERAEKSPRES.ID -Apa yang dilakukan Linda Qiara, warga Desa Rantau Tenang, Kecamatan Tebing Tinggi patut diacungi jempol. Wanita ini berhasil mengoptimalkan lahan miliknya menjadi kebun sayur produktif.
Optimalisasi lahan pekarangan ini terbukti menjadi solusi cerdas bagi warga dalam menyiasati lonjakan harga kebutuhan pokok.
Iklan Google/Link Sponsor
BACA JUGA:Petani di Pampangan Tanam Labu Kuning, Kaya Manfaat dan Potensi Pasar
BACA JUGA:Manfaat Labu Kuning: Dari Olahan Dapur hingga Kaya Nutrisi untuk Kesehatan
Dengan ketelatenan dalam bercocok tanam, Linda mampu mengubah area kebunnya menjadi hamparan hijau yang tidak hanya asri secara visual, tetapi juga memberikan nilai ekonomi nyata bagi kebutuhan dapur sehari-hari.
Salah satu komoditas unggulan yang kini tengah memasuki masa produktif di lahan tersebut adalah labu kuning. Tanaman ini dipilih karena daya tahannya yang baik serta manfaatnya yang multifungsi sebagai bahan pangan utama maupun olahan.
Keberhasilan panen ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, terutama dalam menghadapi momen-momen penting keagamaan. “Hasil panen labu kuning ini akan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan konsumsi rumah tangga,” ujarnya.
Menurutnya, labu tersebut sangat cocok diolah menjadi hidangan kolak untuk menu berbuka puasa. Tak hanya itu, Linda berencana menjadikan labu kuning sebagai bahan baku utama pembuatan dodol sebagai stok camilan khas saat hari raya Lebaran mendatang.
Dikatakan, labu kuning sangat cocok dijadikan kolak untuk menu berbuka. “Kebetulan labu kuningnya sudah matang dan siap panen,” kata Linda.
BACA JUGA:Warga Binaan Lapas Kayuagung Panen Labu Kuning, Dukung Ketahanan Pangan
BACA JUGA:Siapa Sangka, Labu Kuning Ternyata Punya Segudang Manfaat Kesehatan yang Jarang Diketahui, Yuk Cek!
Apa yang dilakukan Linda Qiara di Desa Rantau Tenang ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi warga lainnya di Kecamatan Tebing Tinggi.
Pemanfaatan lahan tidur menjadi kebun sayur keluarga dinilai sebagai strategi adaptif yang paling efektif dalam memperkuat kedaulatan pangan tingkat desa sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga di masa sulit. (eno/)
