Modal Polybag, Panen Cabai di Pekarangan Sempit
TANAM CABAI– Tanaman cabai tumbuh subur dalam polybag di halaman rumah Safe'i, warga Desa Terukis, OKU Timur..-FOTO: kholid/SUMEKS-
OKUT, SUMATERAEKSPRES.ID-Keterbatasan lahan bukan lagi penghalang bagi warga perkotaan untuk bercocok tanam. Di Martapura, Kabupaten OKU Timur, tren menanam sayuran menggunakan media polybag kian diminati, terutama oleh masyarakat yang tidak memiliki pekarangan luas.
Dengan memanfaatkan sudut rumah dan teras, warga tetap bisa memanen berbagai jenis sayuran, mulai dari cabai, tomat, hingga sayuran hijau lainnya. Hasilnya pun tak kalah menjanjikan dibandingkan tanaman yang ditanam langsung di kebun.
Safe’i (28), warga Desa Terukis, meski tak memiliki lahan tanah untuk bercocok tanam, tetap bisa menyalurkan hobinya berkebun dengan memanfaatkan polybag sebagai media tanam. "Di kota seperti Martapura ini jarang rumah yang punya halaman luas. Jadi polybag jadi solusi paling praktis untuk menanam sayur," ujarnya, Jumat (6/2).
Menurutnya, menanam sayuran dalam pot atau polybag justru memiliki banyak kelebihan. Selain mudah dipindahkan sesuai kebutuhan cahaya matahari, perawatannya pun relatif lebih simpel dan terkontrol. "Kalau tanahnya sudah kurang subur, bisa langsung diganti dengan tanah kebun yang lebih bagus. Tanamannya juga lebih mudah diawasi," jelasnya.
BACA JUGA:BUMDes Panen Cabai, Ketahanan Pangan Desa Babatan Menguat
BACA JUGA:Manfaatkan Tanah-Pupuk Kandang, Tanam Cabai Dalam Polybag
Ia menambahkan, pemeliharaan tanaman polybag tidak hanya sebatas mengatasi hama atau penyakit, namun mencakup perawatan secara menyeluruh, mulai dari penempatan polybag, penyiraman rutin, penyiangan rumput, pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.
"Kalau perawatannya benar dan rutin, hasilnya bisa maksimal. Cabai yang saya tanam di polybag hasilnya cukup lumayan," katanya. Safe’i menegaskan, kualitas dan hasil sayuran yang ditanam menggunakan polybag tidak kalah dengan tanaman yang ditanam langsung di lahan kebun. Kuncinya terletak pada ketelatenan dan cara perawatan. "Semua tergantung bagaimana kita merawatnya. Kalau serius, produksi bisa banyak meski hanya dari polybag," tandasnya.
