Tambah Penghasilan, Kembangkan Budidaya Ikan Patin, Manfaatkan Halaman Belakang Rumah
MANFAATKAN: Lahan di belakang rumah Romi Fitrajaya sebelumnya kosong, tapi kini dimanfaatkannya sebagai kolam ikan patin. -FOTO: LEO/SUMEKS-
LUBUKLINGGAU, SUMATERAEKSPRES.ID-Sebagai upaya menambah penghasilan keluarga, Romi Fitrajaya, seorang guru olahraga Sekolah Dasar (SD) di Kota Lubuklinggau, punya cara tersendiri. Dia memanfaatkan lahan kosong di belakang rumahnya untuk membudidayakan ikan patin.
Warga Jalan Cereme Dalam RT 07, Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II ini mengaku awalnya lahan tersebut sempat kosong dan tidak tergarap karena letaknya di dataran rendah dan sering digenangi air.
Lalu, Romi berinisiatif untuk menjadikan lahan tersebut sebagai kolam ikan patin. “Mencoba budidaya ikan patin, awalnya hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga,” ujarnya.
Namun, seiring waktu, hasil budidaya tersebut mulai diminati pembeli dalam jumlah besar. “Kalau ada yang mencari dalam jumlah banyak dan ikan sudah masuk masa panen, langsung saya jual,” ungkap Romi Fitrajaya.
BACA JUGA:Ikan Patin Naik Kelas, Jadi Kerupuk, Pempek, dan Brownis di OKU Timur
BACA JUGA:Ikan Patin Sulit Dipancing, Pemancing Diminta Jeli Membaca Situasi Perairan
Dikatakannya, pada awal budidaya ikan patin dirinya menebar sebanyak 2.000 bibit ikan di kolam yang berukuran 4 x 8 meter di belakang rumah. “Budidaya dilakukan secara sederhana dengan masa panen sekitar satu kali dalam setahun. Tapi kalau untuk konsumsi sendiri tinggal ambil saja sesuai dengan kebutuhan,” ucapnya.
Menurutnya, hasil panen biasanya langsung dibeli pedagang pasar maupun pelaku usaha katering. “Biasanya ikan patin yang dijual kisaran harga Rp20 ribu per kilogram,” ujarnya.
Dari usaha budidaya ikan patin ini, lanjutnya, cukup membantu perekonomian keluarga. “Tak hanya itu, kegiatan ini juga tak mengganggu aktivitas utama saya sebagai seorang guru. Saya gunakan waktu luang untuk membudidayakan ikan patin,” katanya.
