Sidak Rutan Prabumulih: Program Ketahanan Pangan Diapresiasi
TINJAU: Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Ir H Abdullah Rasyid ME saat meninjau pelaksanaan program ketahanan pangan di Rutan Kelas IIB Prabumulih.-FOTO: DIAN/SUMEKS-
PRABUMULIH, SUMATERAEKSPRES.ID -Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Ir H Abdullah Rasyid ME, didampingi Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Media, Ahmad Fanani SIP MHan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rutan Kelas IIB Prabumulih, Sabtu (6/12).
Dalam sidak tersebut, Abdullah Rasyid meninjau berbagai program pembinaan yang telah dijalankan di Rutan Kelas IIB Prabumulih.
BACA JUGA:Pemuda Sumsel Didorong Jadi Pelopor Ketahanan Pangan: IYD Resmi Dilantik di Palembang
BACA JUGA:Polisi Lahat Sulap Pekarangan Jadi Kebun Palawija Dukung Ketahanan Pangan
Salah satu yang menjadi sorotan adalah program ketahanan pangan terpadu, yang melibatkan langsung para warga binaan dengan pendampingan petugas.
Program tersebut mencakup budidaya pepaya California, penanaman nanas Queen, buah khas Prabumulih, peternakan domba, yang dikelola secara mandiri oleh warga binaan.
Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas warga binaan, tetapi juga mengajarkan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan ketika mereka kembali ke masyarakat.
Selain sektor pertanian dan peternakan, Rutan Prabumulih juga memperkenalkan inovasi pengolahan daun nanas menjadi serat bernilai ekonomi.
Serat daun nanas tersebut kemudian diolah menjadi berbagai produk kreatif seperti anyaman, aksesoris hingga kerajinan tangan bernilai jual tinggi.
Inovasi ini membuka peluang usaha baru bagi warga binaan sekaligus meningkatkan produktivitas rutan sebagai pusat pembinaan kreatif.
Kunjungan tersebut juga dilakukan untuk memastikan seluruh aspek pembinaan, pelayanan, serta pengawasan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berjalan sesuai regulasi serta selaras dengan arah kebijakan nasional di bidang pemasyarakatan.
Abdullah Rasyid mengatakan, sidak juga bertujuan memastikan implementasi program pemasyarakatan berjalan sejalan dengan Astacita Presiden RI Prabowo Subianto dan 13 Program Prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kedua hal tersebut menekankan pentingnya modernisasi dan transformasi pemasyarakatan agar semakin berorientasi pada pembinaan dan pemberdayaan.
Dikatakan, Rutan dan Lapas di Indonesia kini tengah memasuki fase perubahan besar. Lembaga pemasyarakatan tidak lagi dipandang sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi telah berkembang menjadi pusat pembinaan yang produktif, edukatif, serta mendukung kemandirian warga binaan.
