Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Perkembangan Terbaru Harga Kripto dan Analisis Pasar Mingguan

Perkembangan Terbaru Harga Kripto dan Analisis Pasar Mingguan -Foto: IST-

SUMATERAEKSPRES.ID – Pasar aset digital kembali memasuki fase yang penuh tekanan dalam beberapa pekan terakhir. Bitcoin (BTC), sebagai indikator utama industri kripto, merosot tajam dari level puncak lebih dari US$ 120.000 pada awal Oktober ke kisaran US$ 80.000–90.000 pada pertengahan November 2025.

Penurunan signifikan ini menghapus hampir seluruh keuntungan yang sempat tercatat sejak awal tahun sekaligus menyeret pergerakan alt-coin ke zona negatif.

Perubahan sentimen investor terhadap aset berisiko menjadi salah satu pemicu utama. Arus dana yang sebelumnya mengalir deras ke ETF kripto dan institusi kini justru berbalik arah menjadi outflow.

Kondisi makro global yang belum stabil—mulai dari ketidakpastian kebijakan suku bunga Federal Reserve hingga pengetatan likuiditas internasional—mendorong pelaku pasar mengamankan modal ke instrumen yang lebih defensif.

BACA JUGA:Miss Teen Tourism Earth 2025 asal Sumsel: Nadira Syamsuddin Melangkah dari Baturaja ke panggung dunia

BACA JUGA:Bank Mandiri Taspen Gelar Program “Mantap Mendengar”, 250 Lansia Pekanbaru Terima Alat Bantu Dengar Gratis

Dari perspektif teknikal, berbagai indikator memperlihatkan sinyal bahaya. Grafik mingguan Bitcoin memunculkan sinyal jual lewat indikator SuperTrend yang mulai berbalik merah, menandakan potensi perubahan tren jangka panjang.

BTC juga menembus ke bawah Moving Average (MA) 50-mingguan—level yang pada dua kejadian sebelumnya (2018 dan 2022) menjadi awal dari koreksi besar.

Dalam sepekan terakhir, harga Bitcoin tergerus sekitar 12 persen dan menyentuh titik terendah dalam tujuh bulan.

Ethereum (ETH) pun tak luput dari tekanan, dengan penurunan tahunan mendekati 19 persen, membuat performanya tertinggal dari Bitcoin.

BACA JUGA:Mengguncang Dunia Mobile Photography, vivo X300 Pro Hadir dengan Teknologi Paling Mutakhir

BACA JUGA:SBL GUBERNUR SUMSEL CUP 2025

Kondisi ini diperparah keluarnya investor institusional, membuat alt-coin dan token berkapitalisasi kecil mengalami koreksi lebih dalam. Indeks sentimen seperti “Fear & Greed Index” bahkan berada pada zona “Extreme Fear”, mencerminkan pasar yang tengah memasuki fase capitulation atau menyerah.

Meski demikian, beberapa analis memandang fase ini sebagai bagian pembentukan konsolidasi sehat sebelum peluang pemulihan pada 2026.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan