Prediksi Harga Bitcoin dan Ethereum Minggu Ini, Investor Diminta Waspada
Pasar kripto kembali bergejolak. Dalam sepekan terakhir, harga Bitcoin mengalami koreksi tajam dan menekan sentimen investor global.-Foto: IST-
SUMATERAEKSPRES.ID – Pasar kripto kembali bergejolak. Dalam sepekan terakhir, harga Bitcoin mengalami koreksi tajam dan menekan sentimen investor global.
Pada Jumat pukul 16.03 WIB, Bitcoin tercatat melemah 6,04 persen dalam 24 jam terakhir hingga menyentuh level US$ 97.367,83.
Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan bahwa penurunan harga Bitcoin di bawah US$ 100.000 terjadi akibat kombinasi tekanan signifikan: mulai dari arus keluar institusional, pelemahan kondisi makroekonomi, penurunan teknikal, hingga sentimen pasar yang jatuh ke titik terendah dalam enam bulan terakhir.
BACA JUGA:Jadwal dan Wilayah Terdampak Gangguan Air Bersih di Palembang Rabu, 19 November 2025
BACA JUGA:Kecelakaan Truk di Tol Terpeka, Tiga Orang Alami Luka-luka
Salah satu pemicu terbesar berasal dari outflow masif ETF Bitcoin Spot, yang dalam beberapa hari terakhir mencapai lebih dari US$ 866 juta.
Situasi ini memicu penjualan ribuan BTC di tengah kondisi likuiditas pasar yang menurun sehingga tekanan jual meningkat secara mekanis.
Namun, koreksi tidak hanya berasal dari ETF. Pasar kripto secara keseluruhan turut merosot tajam.
Kapitalisasi pasar global anjlok dari US$ 4,28 triliun menjadi US$ 3,27 triliun, level terendah sejak enam bulan terakhir.
BACA JUGA:#Hands4Diabetes 2025: Gerakan Nasional Tropicana Slim Dorong Hidup Sehat dan Produktif di 27 Kota
BACA JUGA:WMoto Nexy 180+, Skutik Bongsor Berperforma Tinggi dengan Desain Menggoda
Fyqieh menilai data terbaru justru menunjukkan bahwa sebagian besar pemegang Bitcoin jangka panjang dan kelompok investor besar (whales) melakukan aksi ambil untung.
Polanya sesuai sejarah, di mana puncak pasar bullish biasanya terjadi 12–18 bulan setelah halving.
“Bukan hanya ETF yang melepas posisi, investor besar pun memanfaatkan momentum untuk melakukan profit-taking setelah mengantisipasi puncak harga sejak Oktober,” ujarnya.
