Prediksi Harga Emas Hari Ini 16 November 2025
Pergerakan harga emas di pasar domestik kembali menarik perhatian para pelaku investasi.-Foto: IST -
SUMATERAEKSPRES.ID - Pergerakan harga emas di pasar domestik kembali menarik perhatian para pelaku investasi.
Pada 15 November 2025, logam mulia yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai justru mencatat penurunan harga.
Di Jakarta, emas Antam turun sekitar Rp50.000, dari sebelumnya Rp2.398.000 per gram menjadi Rp2.348.000 per gram.
Tekanan korektif ini juga dirasakan pada merek lain, seperti Galeri24 yang bergerak ke kisaran Rp2.456.000, dan UBS yang menurun menjadi Rp2.479.000 per gram.
BACA JUGA:Bernadya hingga Yura Yunita, Livin’ Music Fest 2025 Hadirkan Malam Musik Paling Meriah di Palembang
BACA JUGA:Medco Energi: Blok Sakakemang Jadi Penggerak Ekonomi Baru
Meski sempat melemah, optimisme masih tampak dari para analis dan pengamat pasar.
Mereka menilai bahwa memasuki pertengahan November 2025, emas berpeluang kembali menguat dalam jangka menengah.
Kondisi eksternal seperti melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan meningkatnya sentimen bullish di pasar global memberikan ruang bagi harga emas batangan—termasuk Antam—untuk merangkak menuju level psikologis Rp3 juta per gram.
Secara teknikal, pergerakan pada grafik harian menunjukkan rentang potensial antara Rp2,4 juta hingga Rp2,7 juta per gram.
BACA JUGA:DAMKAR Bergerak Cepat! Kebakaran di Talang Kelapa Berhasil Dijinakkan Tepat Waktu
BACA JUGA: Jangan Kehabisan Lapak, Ratusan Angler Sudah Daftar Lomba Mancing Sumeks 14 Desember 2025
Level tersebut menjadi zona dinamis di mana harga dapat bergerak stabil maupun menanjak, tergantung pada respons pasar terhadap isu global seperti kebijakan suku bunga dan dinamika ekonomi dunia.
Untuk prediksi harga emas pada 16 November 2025, pasar cenderung memperkirakan pergerakan yang relatif stabil.
Namun potensi kenaikan ke area Rp2,5 juta per gram atau lebih tetap terbuka lebar jika sentimen positif terus menguat.
Dengan kata lain, investor masih perlu mencermati perubahan ekonomi harian karena setiap faktor eksternal dapat menjadi pemicu fluktuasi yang tidak terduga.
