Petani Sumsel Panen Raya Berkat Energi Surya Ramah Lingkungan
TENAGA SURYA : Sejumlah petani di Sumsel memanfaatkan pompa air tenaga surya (PATS) dan PLTS irigasi untuk mengairi lahan pertaniannya.-FOTO : IST-
SUMSEL, SUMATERAEKSPRES.ID – Suryanto (45) menyalakan saklar pompa air sawah bertenaga surya (solar water pumping) miliknya.
Seketika mesin itu menderu keras di tengah teriknya matahari pagi, menumpahkan air dari sumur bor ke hamparan sawah yang menghijau, dan mengairi setiap batang-batang padi.
BACA JUGA:Energi Surya, Harapan Baru Sumsel Menuju Transisi Energi Bersih
BACA JUGA:Memanen Energi Surya hingga Mengolah Air Limbah
Tanaman bernama latin oryza sativa itu masuk fase berbuah (generatif) yang menghasilkan bulir-bulir padi (gabah) sekitar umur 100 HST (hari setelah tanam).
Diperkirakan awal Desember nanti, sawah Suryanto yang berlokasi di Desa Sungai Belida, Lempuing Jaya, Kabupaten OKI itu masuk panen raya.
Targetnya pada IP (indeks pertanaman) 300 kali ini, produksi padi mencapai 8 ton GKG (gabah kering giling) per hektare seperti periode musim tanam sebelumnya, IP 100 dan IP 200.
“Irigasi sawah di musim kering harus saya jaga supaya asupan tanaman tercukupi.
Maklum ketika kemarau, durasi hari tanpa hujan hingga 20 hari sehingga petak sawah sering kali kekeringan dan retak-retak,” ungkap petani yang tergabung di Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Lempuing Jaya ini, Senin (3/11).
Dikatakan, rata-rata sistem pertanian di desa-nya mengandalkan curah hujan (lahan tadah hujan).
Jadi pada saat musim hujan saja, sekira periode tanam pertama (IP 100) Desember-Maret, air melimpah di ladang.
Petani harus memutar otak membasahi padi-nya pada musim kemarau agar penanaman tiga kali atau IP 300 dapat berhasil. “Kami gunakan mesin pompa air sawah yang airnya kami sedot dari sumur bor,” lanjut Suryanto.
Selama ini pompa tersebut berbahan bakar bensin atau gas elpiji (dengan konverter), biaya sekali mompa untuk mengairi satu hektare lahan padi sekitar Rp100-150 ribu menghabiskan 10-15 liter bensin.
Sementara minimal pemompaan air empat kali per masa tanam, termasuk pada saat ini, tanaman padi mulai berbunga dan berbuah lebat.
