Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Sering Ikuti Event Bazar Kuliner, Rintis Usaha Rumah Dimsum

JUAL DIMSUN: Untuk menambah penghasilan, Hermaini membuka usaha Rumah Dimsum Trotoar.- FOTO: BERRI/SUMEKS-

PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Di tengah daya beli masyarakat yang menurun, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) baru masih tetap bermunculan. Salah satunya UMKM Rumah Dimsum Trotoar yang dikelola Hermaini.

Usaha ini mulai dirintisnya sejak satu tahun terakhir. "Sudah satu tahun ini berjalan usaha dimsum yang saya jalankan," sebut Hermaini, saat ditemui, Minggu (7/9). 

Bertempat tinggal di Maskarebet, Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Hermaini memilih membuka usahanya di dekat Kompleks Springhill, Kecamatan Alang-Alang Lebar.  Outletnya dibuka di lokasi dekat pinggir jalan, dengan menyasar pembeli atau pengendara yang melintas. Jadi untuk sasaran yakni pembeli bisa lebih ramai datang. 

Untuk jenis kuliner yang dijual cukup beragam. Ada dimsum, takoyaki, pokat kocok, dan lainnya. Dimsum jenis Mentai Original dibanderol mulai Rp30.000. Kalau dimsum yang sudah varian tambahan seperti keju dibanderol dengan harga Rp40.000. Takoyaki dijual dengan harga mulai Rp15.000 sampai Rp25.000. 

Sedangkan untuk pokat kocok, sebutnya, merupakan minuman pokat kocok yang tidak diblender. Jadi hanya dikocok sehingga taste alpukat lebih original terasa, dengan harga mulai Rp15.000 sampai Rp25.000. "Harga jual ini tergantung bagaimana topingnya," ujarnya. 

BACA JUGA:46 UMKM Hidupkan Pusat Kuliner di Pasar Tradisional Modern Prabumulih

BACA JUGA:Epson Rilis TM-T82IV, Printer POS Terbaru untuk Sektor Ritel dan Kuliner

Menurut Hermaini, untuk jualan yang banyak diminati yakni jenis dimsum Mentai. Sedangkan untuk minuman pokat kocok yang lebih banyak diminati untuk toping keju, bisa juga dimix untuk minuman.

Dalam mengembangkan usahanya, Hermaini tak hanya mengandalkan di lokasi outlet. Tapi juga berjualan di lokasi yang terdapat event atau bazar kuliner. “Saya sudah  sering mengikuti event bazar kuliner di Kota Palembang,” katanya.

Untuk memudahkan transaksi, lanjutnya, dia sudah menggunakan QRIS atau scan barcode. “Jadi lebih membantu dan mempermudah konsumen saat melakukan pembelian atau pembayaran. Bagi penjual juga tidak perlu menyiapkan uang kembali,” katanya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan