Home industry Roti Miliki 3 Outlet
PEMASARAN: Roti "Bread Home Bakery" yang merupakan jenis usaha home industry memiliki lokasi pemasaran di sejumlah lokasi. -FOTO: KRISAMIAJI/SUMEKS-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Meski di tengah kondisi ekonomi sulit saat ini, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih terus berupaya tumbuh dan berkembang. Salah satunya usaha pembuatan dan penjualan roti "Bread Home Bakery" yang merupakan jenis usaha home industry.
"Usaha kita home industry kuliner roti di daerah Kenten AI Azhar," sebut Diman, owner Bread Home Bakery, Kamis (14/8).
Meski hanya merupakan industri roti rumahan, pihaknya berusaha untuk tetap eksis, Diman memasarkan produknya pada sejumlah titik lokasi di Kota Palembang. Lokasi penjualam roti yang dia produksi ada dipasarkan pada sejumlah lokasi. Ada penjuakan di Kenten, Pasar Sekip Ujung, di area Talang Keramat SMAN 14 Palembang. Jadi penjualan roti ini dipasarkan pada sejumlah lokasi untuk memperluas area penjualan.
Untuk membantu mernjual roti produksi miliknya, Diman mengaku dibantu oleh karyawan yang menjadi SPG penjualan. Jadi ada outlet penjualan.yang dibuka untuk memasarkan produk roti yang dibikin. Jenis roti yang dibuat juga berbagai jenis, baik roti tawar, roti manis, hingga aneka jenis bolu.
Dikatakan, usaha penjualan roti tersebut sudah dia lakukan dalam 6 tahun terakhir. Karena usaha penjualan roti tersebut tergolong merupakan UMKM, maka untuk pengembangan usaha masih banyak dibantu oleh instansi terkait. "Alhamdulillah kita masih banyak dibantu dan dibina oleh dinas terkait," ujarnya.
BACA JUGA:Gunakan BRI untuk Transaksi TF & QRIS, UMKM Aksesoris Cantik Martisila Tetap Eksis
BACA JUGA:Akses Modal Makin Mudah, Jamkrindo Dorong Pertumbuhan UMKM dan Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja Lokal
Pihaknya mengapresiasi pemerintah yang juga melibatkan mereka untuk mengenalkan produk kuliner kepada masyarakat. “Jadi sangat terbantu dengan promosi yang sudah dilakukan,” ujarnya.
Untuk produk kuliner yang diminati umumnya merata. Baik itu jenis roti tawar, roti manis, donut, dan juga bolu. Usaha penjualan mereka biasanya melonjak saat hari raya seperti lebaran. "Kita bikin sampai 24 jam. Buat dua shif," ujarnya.
Kalau hari biasa saat ini, produksi seperti bolu hanya sekitar 150 buah. Tapi saat Lebaran bisa mencapai 500-600 buah. “Untuk karyawan yang membantu ada 6 SPG dan 4 karyawan produks,” katanya.
