Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Pencatatan Panen Lebih Akurat

Aplikasi pencatatan hasil panen karet berbasis digital di Muara Enim-foto: net-

MUARA ENIM, SUMATERAEKSPRES.ID  - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan petani karet di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim. Kali ini, PGN mendorong transformasi digital sektor pertanian dengan menggandeng startup agritech Taniyuk.

Melalui kolaborasi ini, PGN bersama Taniyuk dan Koperasi Padetra Artomulyo memperkenalkan sistem pencatatan hasil panen berbasis digital lewat aplikasi TaniyukApp.  Aplikasi ini memungkinkan hasil panen lateks cair dicatat langsung melalui gawai milik bendahara koperasi, sehingga lebih praktis dan transparan.

 “Setiap hasil panen ditimbang di koperasi dan dicatat secara digital. Harga jual ditentukan berdasarkan kualitas DRC (Dry Rubber Content). Setelah data masuk ke sistem Taniyuk, petani akan mendapat notifikasi nilai transaksi dan bisa langsung mencairkan pembayaran via bank atau agen Laku Pandai,” jelas Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, kemarin. 

Sebelumnya, lanjutnya, petani hanya menjual karet beku (lump) dengan harga yang fluktuatif dan tergantung tengkulak. “Kondisi ini membuat posisi tawar petani lemah, dan proses penimbangan seringkali tidak transparan,’’ ujarnya.

BACA JUGA:Inovatif! Mualdi Petani Ogan Ilir Raup Cuan dari Tumpang Sari Nanas dan Karet

BACA JUGA:JCH Ogan Ilir Usia 108 Tahun, Naik Haji dari Menyadap-Jual Kebun Karet, Tercatat di Manifest 89 tahun

Sebagai bagian dari pemberdayaan kelembagaan, PGN mendorong Koperasi Padetra Artomulyo menjadi stasiun lateks pertama di Muara Enim yang terintegrasi dengan Taniyuk. Koperasi kini tak hanya jadi tempat penimbangan, tapi juga menjadi penghubung utama antara petani dan industri atau off-taker.

“Kami percaya, lewat koperasi yang kuat, petani bisa naik kelas. Tak hanya sekadar menjual panen, tapi juga membangun sistem yang adil dan berkelanjutan,” pungkasnya. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan