Diesel vs Bensin: Ini Perbandingan Harga Toyota Hardtop Bekas, Mana Paling Bernilai?
Di tengah meningkatnya minat terhadap mobil klasik, Toyota Hardtop atau Land Cruiser FJ40/BJ40 tetap menjadi primadona di pasar kendaraan bekas Indonesia.-Foto: sumateraekspres.id/Gemini-
SUMATERAEKSPRES.ID – Di tengah meningkatnya minat terhadap mobil klasik, Toyota Hardtop atau Land Cruiser FJ40/BJ40 tetap menjadi primadona di pasar kendaraan bekas Indonesia.
Kendaraan tangguh ini bukan hanya jadi incaran kolektor, tapi juga menjadi simbol gaya hidup klasik off-road yang prestisius.
Namun, harga jualnya di pasar sangat ditentukan oleh satu faktor utama: jenis mesin—bensin atau diesel.
BACA JUGA:Legenda Offroad Tak Lekang Waktu: Dari TAFT hingga Toyota Hardtop
BACA JUGA:Toyota Hardtop 2025, Harga Tembus Rp 1,6 Miliar
Bensin (FJ40): Favorit dengan Harga Lebih Terjangkau
Toyota Hardtop versi bensin, dikenal sebagai FJ40, merupakan tipe yang cukup banyak beredar di pasar.
Untuk unit produksi tahun 1980 hingga 1982, harga bekasnya saat ini berkisar antara Rp 225 juta hingga Rp 325 juta.
Namun, unit dengan kondisi istimewa—baik karena hasil restorasi menyeluruh maupun keaslian spare part—dapat dibanderol hingga Rp 375 juta – Rp 400 juta.
BACA JUGA:Head to Head Toyota Hardtop 2025 vs Jeep Wrangler 2025: Mana Raja Off-Road Sebenarnya?
BACA JUGA:Toyota Hardtop 2025: Legenda Off-Road Kembali dengan Performa yang Lebih Beringas
Diesel (BJ40): Lebih Langka, Harga Lebih Tinggi
Sementara itu, tipe BJ40 bermesin diesel cenderung lebih mahal dan lebih langka.
Unit tahun 1985 yang terawat dan bernilai koleksi bisa mencapai Rp 550 juta atau lebih.
Bahkan untuk produksi tahun 1980–1982, harga pasarnya masih berada di kisaran Rp 400 juta hingga Rp 500 juta—menunjukkan perbedaan mencolok dibanding tipe bensin.
Tabel Perbandingan Harga Toyota Hardtop Bekas
| Tipe Mesin | Kisaran Harga Bekas | Tahun Produksi Umum | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Bensin (FJ40) | Rp 225 juta – Rp 400 juta | 1977–1982 | Harga bergantung kondisi dan tingkat restorasi |
| Diesel (BJ40) | Rp 400 juta – Rp 550 juta+ | 1980–1985 | Lebih dicari kolektor, harga bisa melambung |
Mengapa Harga Diesel Lebih Mahal? Ini Penjelasannya
Ada beberapa alasan mengapa versi diesel memiliki harga lebih tinggi:
