Laba Semen Baturaja Melejit 864 Persen
PERTUMBUHAN SIGNIFIKAN: PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) sukses membukukan pertumbuhan signifikan dari sisi volume penjualan hingga keuntungan bersih. -FOTO: DILA/SUMEKS-
BATURAJA, SUMATERAEKSPRES.ID - Di tengah tekanan industri semen nasional yang mengalami penurunan permintaan sebesar 7,4 persen pada Kuartal I-2025, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) justru unjuk gigi. Anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) ini sukses membukukan pertumbuhan signifikan dari sisi volume penjualan hingga keuntungan bersih.
Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menjadi tumpuan utama, dengan pertumbuhan permintaan pasar mencapai 2,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Momentum ini dimanfaatkan SMBR secara maksimal. ‘’Total penjualan semen tercatat sebesar 533.337 ton, naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 486.643 ton,’’ ujar Hari Liandu, Vice President Corporate Secretary SMBR, kemarin.
Iklan Google/Link Sponsor
Tak hanya dari lini utama, pertumbuhan juga didorong penjualan produk diversifikasi seperti white clay. Tercatat, penjualannya melonjak lebih dari dua kali lipat, dari 4.468 ton menjadi 9.125 ton.
Dari sisi pendapatan, SMBR mencatat kenaikan 22 persen menjadi Rp527,82 miliar. Kenaikan ini ditopang penjualan kepada pihak berelasi sebesar Rp487,11 miliar, kepada pihak ketiga Rp34,27 miliar, dan lini bisnis non-semen yang menyumbang Rp6,42 miliar.
BACA JUGA:Sinergi SIG Dorong Kinerja PT Semen Baturaja Melesat, Peringkat Kredit Naik
Kinerja keuangan SMBR pun mencuri perhatian. ‘’Laba bersih perusahaan melonjak tajam hingga 864 persen, dari Rp5,07 miliar menjadi Rp48,96 miliar. EBITDA naik 62 persen menjadi Rp130,08 miliar. Capaian ini mencerminkan efisiensi dan efektivitas operasional yang makin baik,’’ ujarnya.
Tak hanya unggul secara finansial, SMBR juga mencatatkan peningkatan pada aspek keberlanjutan. Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) berhasil ditekan dari 594,51 kgCO₂/ton cement eq menjadi 548,42 kgCO₂.
Pemanfaatan bahan bakar alternatif (AFR) meningkat 82 persen menjadi 5.273 ton, mendorong kenaikan Thermal Substitution Rate (TSR) dari 1,84 persen menjadi 3,16 persen. “Pertumbuhan yang kami raih di awal tahun ini merupakan hasil dari fokus pada strategi yang sejalan dengan induk usaha SIG,” katanya.
Hari menegaskan, pihaknya akan terus menjaga momentum ini melalui inovasi dan efisiensi operasional. Selain itu, kolaborasi erat dengan SIG akan menjadi kunci menghadapi tantangan industri ke depan.
Dikatakan, kepercayaan terhadap kinerja SMBR juga semakin kuat. Terbaru, lembaga pemeringkat PEFINDO menaikkan peringkat kredit SMBR dari idA+ menjadi idAA– dengan outlook stabil. Peningkatan ini berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2024 dan mencerminkan fundamental perusahaan yang makin kokoh. “Dengan tren positif ini, kami optimistis SMBR bisa terus memberi nilai tambah bagi pemegang saham dan ikut mendukung pembangunan nasional, terutama di wilayah Sumbagsel,” pungkasnya.
