Tekan Emisi Flaring Unit CDU Hingga 97 Persen
BERKONTRIBUSI: Kilang Plaju dalam berkontribusi dalam pelestarian bumi ditunjukkan salah satunya melalui program COST FLORESS (Crude Oil Selection and Flare Optimization for Reduce Loss).- FOTO: PERTAMINA FOR SUMEKS-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - PT Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju terus menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan melalui langkah nyata dekarbonisasi.
Hal ini sejalan dengan semangat momentum Hari Bumi (Earth Day) yang diperingati setiap 22 April di seluruh dunia.
Iklan Google/Link Sponsor
BACA JUGA:Konsisten Jaga Mutu, Raih 5 Penghargaan, Laboratory Kilang Plaju
Salah satu pilar utama Kilang Plaju dalam berkontribusi dalam pelestarian bumi ditunjukkan salah satunya melalui program COST FLORESS (Crude Oil Selection and Flare Optimization for Reduce Loss). Program ini menjadi program Eko-Inovasi dalam perhelatan PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) 2025.
Inovasi ini lahir dari dedikasi perusahaan untuk menjawab tantangan operasional sekaligus meminimalkan jejak ekologis secara berkelanjutan.
Melalui COST FLORESS, Kilang Plaju mengoptimalkan pemilihan bahan baku agar sesuai dengan spesifikasi standar pengolahan.
Langkah ini memastikan stabilitas tekanan pada proses produksi, sehingga pembakaran gas sisa atau flaring dapat ditekan hingga ke titik paling efisien.
Implementasi COST FLORESS telah memberikan kontribusi nyata yang melampaui target efisiensi internal.
Berdasarkan data evaluasi program, inovasi ini berhasil mencatatkan Penurunan emisi CO2 dari flaring unit hingga 97,8%, sebuah angka signifikan dalam mendukung target Net Zero Emission.
Selain itu, Kilang Plaju berhasil menekan potensi penipisan ozon sebesar 71,96%, hingga efisiensi penggunaan energi (Non-Renewable) sebesar 49,89%.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia mengatakan, momentum Hari Bumi tahun ini menjadi momentum perusahaan untuk terus berkomitmen menjalankan kegiatan bisnis dan operasional serjalan beriringan dengan kelestarian alam.
"Kami meyakini setiap energi yang diolah harus disertai dengan tanggung jawab lingkungan yang tinggi," ujar Fauzia.
BACA JUGA:Produksi B40 di Kilang Plaju, Pertamina Jalankan Dual Growth Strategy
