Transformasi Berkelanjutan Nyata
PROFER EMAS: Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang dengan kapasitas 140 MW yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pembangkit EBT yang dikelola PLN Indonesia Power ini mendapatkan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup-FOTO: PLN FOR SUMEKS-
JAKARTA, SUMATERAEKSPRES.ID - Komitmen kuat PT PLN (Persero) dalam menjalankan transformasi bisnis berbasis keberlanjutan kembali berbuah pengakuan nasional.
PLN Group sukses meraih 46 penghargaan Proper Emas dan Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), sebagai bentuk apresiasi atas kinerja lingkungan yang unggul dan konsisten.
Iklan Google/Link Sponsor
BACA JUGA:Dorong Transformasi Hijau di Tubuh PLN
BACA JUGA:PLN Kembangkan Panas Bumi 110 MW
Secara rinci, pada Proper 2025 kali ini PLN Group berhasil meraih total 46 penghargaan, terdiri dari 11 Proper Emas dan 35 Proper Hijau.
Dari jumlah tersebut, PLN Holding memperoleh 1 Proper Hijau, PLN Indonesia Power meraih 7 Proper Emas dan 22 Proper Hijau, serta PLN Nusantara Power menyumbang 4 Proper Emas dan 12 Proper Hijau.
Proper Emas merupakan peringkat tertinggi yang diberikan pada perusahaan yang tidak hanya taat regulasi, tetapi juga menunjukkan keunggulan berkelanjutan melalui inovasi sosial dan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Proper Hijau diberikan kepada perusahaan yang telah melampaui standar kepatuhan (beyond compliance) melalui penerapan sistem manajemen lingkungan yang baik, efisiensi sumber daya, dan praktik bisnis berkelanjutan.
Capaian ini menegaskan akselerasi PLN dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke seluruh lini bisnis, mulai dari pengembangan energi baru terbarukan (EBT), efisiensi energi, penerapan ekonomi sirkular, hingga pemanfaatan teknologi rendah emisi untuk mendukung agenda dekarbonisasi nasional.
Perolehan ini semakin spesial dengan dianugerahinya Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo sebagai 'Green Leadership Proper' atas perannya dalam mendorong transformasi menuju sustainable utility sekaligus mempercepat transisi energi Indonesia.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, yang menyerahkan penghargaan di Jakarta, Selasa (7/4), menegaskan proper bukan sekadar penghargaan simbolik, melainkan indikator nyata kinerja perusahaan dalam menjaga lingkungan sekaligus menciptakan nilai bagi masyarakat.
"Mudah-mudahan predikat yang kami berikan ini mampu mendorong kinerja kita semua dalam berkiprah di tingkat nasional maupun dalam kontestasi dunia usaha di internasional," ucap Hanif.
Hanif juga mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi, agar predikat Emas tidak hanya menjadi pencapaian sesaat, melainkan standar dalam operasional perusahaan ke depan.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PKKL) KLH/BPLH, Rasio Ridho Sani, menambahkan, jumlah peserta Proper 2025 mencapai 5.476 perusahaan, meningkat 22% dibandingkan tahun sebelumnya.
