Transformasi Berkelanjutan Nyata
PROFER EMAS: Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang dengan kapasitas 140 MW yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pembangkit EBT yang dikelola PLN Indonesia Power ini mendapatkan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup-FOTO: PLN FOR SUMEKS-
“Proper merupakan program penilaian kinerja yang bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan perusahaan dan juga untuk mendorong perusahaan-perusahaan menjadi lebih dari patuh ataupun beyond complience,” jabar Rasio.
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, penghargaan ini menjadi validasi atas arah transformasi PLN yang semakin progresif dalam mengedepankan aspek lingkungan.
“Penghargaan ini menjadi pelecut bagi PLN untuk terus memperkuat praktik bisnis berkelanjutan dan mempercepat transisi energi dalam mendukung target Net Zero Emissions 2060 atau lebih cepat,” ujar Darmawan.
Iklan Google/Link Sponsor
Dalam lima tahun terakhir, PLN mencatat lonjakan signifikan dalam kinerja dekarbonisasi. Realisasi reduksi emisi gas rumah kaca meningkat hampir empat kali lipat, dari 12,9 juta ton CO₂ pada 2021 menjadi 51,1 juta ton CO₂ pada 2025.
Pencapaian tersebut didorong oleh berbagai langkah strategis, antara lain pengembangan EBT yang telah mencapai sekitar 9,4 gigawatt (GW), implementasi co-firing biomassa di 52 PLTU, penerapan teknologi clean coal pada sekitar 14 GW pembangkit, serta ekspansi pembangkit berbasis gas dengan produksi mencapai 33,7 terawatt hour (TWh) pada 2025.
BACA JUGA:PLN Berhasil Amankan Pasokan Listrik Nasional
BACA JUGA:Dirut PLN Tinjau Sejumlah Pembangkit, Sistem Kelistrikan Nasional Andal
“Transformasi PLN tidak hanya berfokus pada keandalan pasokan listrik, tetapi juga pada keberlanjutan. Kami berkomitmen menghadirkan listrik yang bersih, andal, dan terjangkau,” tambah Darmawan.
Darmawan juga menegaskan, capaian ini mencerminkan transformasi PLN yang semakin solid. ''Terutama dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap target dekarbonisasi nasional,'' ujarnya. (dik)
